Nyi Iteung Kehilangan Kabayan

Didi Petet Meninggal

Sabtu, 16 Mei 2015, 10:08 WIB
Nyi Iteung Kehilangan Kabayan
Didi Petet/net
rmol news logo "Papi pernah bilang cinta sama Mami. Itu artinya seluruh hidup Papi, Papi berikan untuk Mami sampai Papi nanti mati." Ucapan Kang Bahar yang diperankan Didi Petet pasti diingat oleh pemirsa sinetron Preman Pensiun yang ditayangkan awal 2015.

Siapa sangka, kemarin, kata-kata itu menjadi kenyataan. Didi Petet meninggal dunia di rumahnya, tepat di tengah Hari Kenaikan Isa Almasih dan Hari Isra dan Mi’raj Nabi Mu­hammad. Banjir duka datang dari masyarakat dan seniman hingga aktor bernama asli Didi Widiatmoko ini dimakamkan, tepat di depan makam Bung Hatta, TPU Tanah Kusir, Ja­karta Selatan.

Salah satu artis yang berdu­ka, Desy Ratnasari. Dulu Desy dan Didi pernah main bareng di film kondang, Si Kabayan Cari Jodoh. Didi menjadi Ka­bayan, Desy berperan sebagai Nyi Iteung.

Puluhan tahun mereka berteman, sampai-sampai Desy memanggil Didi dengan sebutan Papi. Sebab, aktor iconic itu memiliki karakter seperti seorang ayah.

"Papi itu asyik, ada father figur dalam dirinya. Memang so­soknya dia sebagai ayah," ucap Desy yang kini anggota DPR.

Selama berperan sebagai Nyi Iteung, ia mengaku menjalani pekerjaan dengan hati senang. Apalagi, lawan mainnya itu juga sosok yang begitu rendah hati. "Dia sosok yang nggak pernah berubah. Saat lagi terkenal-terkenalnya, sampai masanya berlalu, dia tetap jadi Papi Didi yang baik," tutur pelantun Tenda Biru ini.

"Dia suka becanda, tapi berbi­caranya halus, ramah dan sama juniornya selalu memberikan dorongan untuk belajar. Dia mau memberikan pelajaran soal akting, dia sosok terbuka untuk generasi baru," kenang Desy lagi.

Keponakan Didi, Muthia Kautsar mengungkapkan, pria asal Surabaya ini baru pulang dari Milan, Italia, menghadiri pameran Wold Expo Milano. Diketahui, Didi adalah Ketua Koperasi Pelestari Budaya Nu­santara yang menjadi penang­gung jawab paviliun Indonesia di pameran tersebut.

Saat di Milan, lanjut Muthia, Didi sempat pingsan. Ketika pulang ke Indonesia pada 10 Mei lalu, ia pun harus meng­gunakan kursi roda begitu turun dari pesawat di Ban­dara Soekarno-Hatta, Jakarta. Lantas, Didi sempat dibawa ke Bandung untuk menjalani pengobatan. Namun, kondisi kesehatan Didi terus memburuk hingga meninggal kemarin pagi dalam usia 58 tahun. Semasa hidupnya, Didi dikenal sebagai aktor dan guru akting yang mumpuni. Belasan penghar­gaan dia raih. Salah satunya Lifetime Achievement MTV Indonesia Movie Award 2004. Dari puluhan judul film yang pernah dibintanginya, yang paling melekat di benak masyarakat ialah aktingnya saat membintangi Catatan Si Boy (1987), Si Kabayan Saba Kota (1989), Petualangan Sherina (2000), Pasir Berbisik (2001), Arisan! (2003) dan yang paling gres, Guru Bangsa: Tjokroami­noto (2015). ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA