Polisi sukses besar menarik atensi masyarakat setelah mencuatkan kasus prostitusi artis usai menangkap AA dan mucikarinya, Robbie Abbas di sebuah hotel mewah, akhir pekan lalu. Isu prostiÂtusi artis kian heboh manakala AA disebut Robbie memasang tarif sekitar Rp 80-200 juta agar bisa di-booking pria hidung belang.
Sejatinya, artis atau model bisa "dipake" itu sudah menjadi rahasia umum. Malah beberapa nama artis top dulu sudah serÂing disebut-sebut. Masalahnya, apakah "tarif" artis sekelas Amel sampai Rp 80-200 juta? Sumber, publik hingga artis sendiri, kebanyakan ragu saat mengikuti pemberitaan seputar AA dan klaim Robbie sebagai germo.
"Tanpa bermaksud mencampuri urusan polisi, maaf, saya rasa kebenaran tarif AA senilai 80 hingga ratusan juta itu dipertanÂyakan. Malah saya bilang mustahil," ungÂkap sumber yang dekat dengan kalangan artis kepada
Rakyat Merdeka.
Nominal segitu menurut sumber tidak realistis dengan background AA yang hanya model spesialis majalah dewasa dan artis "ecek-ecek".
"Sama seperti model-model majalah dewasa, AA itu paling banter, paling maÂhal 30 jutaan. Angka segitu malah sudah merusak pasar lho hehe. Hitungan saya 10- 15 jutaan tuh untuk sekelas AA. Bohong tuh si Robbie atau pelanggannya nggak bisa Anwar hehe," imbuh sumber.
Senin lalu, Amel Alvi membantah dirinya artis yang disebut berinisia AA dan menerima Rp 80 juta dalam transaksi prostitusi yang dibongkar polisi. Pemain film
Main Dukun ini mengaku bukan artis yang kaya. "Iya, itu bukan saya," klaimÂnya via telepon. "Kalau misalnya benar tarifnya 80 juta, pasti saya sudah kaya," lanjutnya.
Dengan penghasilan sebesar itu, diakui Amel, ia tak perlu susah payah untuk menÂjalani kehidupannya sebagai seorang artis film, sinetron dan FTV yang harus syuting seharian penuh.
Ngapain syuting pergi pagi pulang pagi kalau saya punya penghasilan sebesar itu. Pasti saya nggak ngontrak lagi dan punya mobil mewah,†papar Amel.
"Masih kontrak di apartemen. Mobil cuma CRV kok bukan mobil mewah. Kredit belum lunas, kalau tarif saya 80 juta pasti nggak kredit bayarnya," urainya lagi.
Tarif kencan tersebut juga diragukan oleh Vitalia Shesya, model yang pernah dekat dengan Ahmad Fathanah.
"Aku nggak tahu, cuma kalau Rp 80 juta juga kayaknya mahal banget deh. Kalau setahu aku katanya sih Rp 8 juta, Rp 7 juta. Tapi nggak tahu deh," ujar Vitalia.
Ia tak menampik di lingkungannya bekerja banyak yang punya sampingan sebagai wanita penghibur.
Masalah tarif AAjuga ditanggapi oleh Moammar Emka, penulis buku kontroverÂsial Jakarta Undercover.
"Saya tidak mau mengatakan AAitu kelas A. Karena menurut saya, dengan bayaran masih Rp 80 juta rupiah itu masih kelas menengah," tutur Emka.
Sementara untuk PSK artis kelas A, demi menjaga nama baik mereka di dunia hiburan biasanya tidak sembarangan menÂerima pelanggan. Para PSK artis tersebut pun bisa meminta imbalan selain uang.
"Biasanya public figure yang berproÂfesi menjadi pekerja seks, akan meminta dijadikan simpanan atau dikawin kontrak oleh pelanggannya. Mereka banyak poÂlanya, maunya jadi simpanan, dinikahi siri, atau kawin kontrak," ujar Emka.
Selain uang permintaan PSK artis tersebut bisa saja berupa barang seperti mobil sport hingga rumah mewah. Sebelumnya juga semÂpat beredar list inisial dari para artis yang disÂebut bisa disewa dan juga range harganya.
"Bukan dengan uang lagi, bisa rumah mewah, bisa juga mobil sport, atau bahkan lebih dari itu semua," cetusnya.
Bunda Maia Estianty pun ikut tercenÂgang mendengar Robbie mematok harga hingga ratusan juta untuk kenalan artis dan model.
"Saya tarifnya dua ribu saja, SMS tapi. Tarifnya mahal banget ya, antara murah dan mahal. Itu instan bisa kaya banget, cepet ya kalau melakukan begitu," ungÂkapnya. ***