Jill Gladys, Bisnis Wedding Boutique

Sabtu, 03 Maret 2012, 08:53 WIB
Jill Gladys, Bisnis Wedding Boutique
Jill Gladys

RMOL. Sibuk tampil di layar FTV tak membuat Jill Gladys kehilangan im­pian berbisnis. Ia ingin membuka one stop wedding boutique. Butik yang bakal berdiri di ruko empat lantai itu menjual keperluan perni­kahan, mulai baju pengantin, tata rias, dekorasi, kartu undangan, foto­grafi dan kebu­tuhan lain.

“Calon pengantin cukup datang, langsung bisa mengatur semua ke­perluan untuk menikah” tuturnya.

Alasan utama Jill tertarik membuka bis­nis ini adalah suka dengan design, art dan fashion. Kegemaran ini me­munculkan ide untuk menyatukan semuanya dan menyalurkannya di butik miliknya.

Selain itu, dari segi bisnis, Jill me­lihat bahwa pernikahan itu akan se­lalu ada dan sudah menjadi kebu­tu­han masyarakat perkotaan saat ini. Jill juga menganggap pernikahan se­bagai momentum membahagiakan. Sehing­ga meski pernah punya pe­ngalaman tidak enak soal perni­ka­han, Jill me­rasa senang bisa mem­bantu pasang­an menjelang hari per­nikahan de­ngan konsep butiknya.

Jill belum bisa menentukan kapan bisnis yang diperkirakan akan meng­habiskan modal di atas Rp 500 juta itu bakal dimulai. “Sekarang, aku fokus syuting dulu sambil mengum­pulkan modal buat bisnis,” ujarnya.

Selagi masih sibuk dengan syu­ting, Jill mengaku memanfaatkan untuk mempersiapkan. Sebab, suatu hari, ketika perannya di hiburan su­dah mulai mereda, ia ingin fokus di bisnis butik pernikahan.

Diakuinya, ide mendirikan butik ini belum dibicarakan dengan ba­nyak pihak. Tetapi, artis yang sempat be­kerja di bidang pemasaran itu ber­harap ada vendor yang mau diajak kerja sama. Saat ini Jill baru bisa mengumpulkan setengah dari modal yang dibutuhkan.

Nampaknya, niat bulatnya ber­bisnis untuk menyongsong ren­ca­nanya me­nikah dalam waktu dekat ini.  “Kalau tahun ini dilamar dan dia su­­dah siap, aku siap. Mengapa tidak ta­hun ini sa­ja? Tapi semua tetap harus dipersiap­kan secara matang,” katanya.

Namun, Jill masih belum mau mengungkapkan siapa calon pen­damping hidupnya yang baru ini.

“Inisialnya B, dia orang keturunan Chinese, pekerja kantoran. Dia ja­rang saya bawa karena nggak begitu suka diekspos,” ujarnya.

Dia berharap, pernikahannya kali ini menjadi yang terakhir baginya.

“Aku bukannya trauma sehingga menunda pernikahan. Butuh proses pendekatan dia dengan anakku, wa­laupun keluarga kami masing-ma­sing sudah saling menerima. Jadi, tunggu saja kabarnya,” ujar janda cantik ini. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA