Pada perdagangan Selasa, 15 September 2026, harga minyak mentah Brent berjangka naik 1,24 Dolar AS atau 1,18 persen menjadi 106,93 Dolar AS per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,29 Dolar AS atau 1,24 persen menjadi 102,65 Dolar AS per barel. Kenaikan ini melanjutkan penguatan pada sesi sebelumnya, ketika Brent naik sekitar 1 persen dan WTI menguat 1,3 persen.
Kenaikan harga minyak terutama dipicu gangguan pada jalur pipa Timur-Barat Arab Saudi setelah serangan terhadap infrastruktur energi negara tersebut. Jalur ini penting karena memungkinkan Saudi mengalihkan sebagian ekspor minyaknya ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah tanpa harus melewati Selat Hormuz.
Kekhawatiran pasar semakin besar setelah kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan baru terhadap Arab Saudi pada Senin. Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah dapat meluas dan semakin mengganggu pasokan minyak global.
Gangguan di Selat Hormuz juga menjadi perhatian. Lalu lintas kapal komoditas melalui jalur tersebut turun menjadi kurang dari 10 transit per hari selama akhir pekan, dibandingkan rata-rata 14 transit dalam 10 hari sebelumnya. Padahal, sebelum perang AS-Israel di Iran dimulai pada 28 Februari, sekitar seperlima pasokan minyak global biasanya melewati selat tersebut.
Arab Saudi juga menghadapi risiko berkurangnya cadangan minyak yang tersedia untuk ekspor jika jalur pipa Timur-Barat tidak segera kembali beroperasi. Jalur tersebut sebelumnya digunakan untuk mengalihkan sekitar 4 juta barel minyak per hari, atau sekitar 4 persen pasokan minyak global, menuju pelabuhan Yanbu.
BERITA TERKAIT: