Harga Cabai Bergejolak, Pemerintah Siapkan Mobilisasi Stok Antarwilayah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 14 September 2026, 09:48 WIB
Harga Cabai Bergejolak, Pemerintah Siapkan Mobilisasi Stok Antarwilayah
Ilustrasi cabai di pasar (Foto: RMOL/Reni Erina)
Kecil Besar
rmol news logo Pemerintah menyiapkan langkah cepat untuk meredam gejolak harga cabai rawit dengan mengalihkan pasokan dari daerah surplus ke wilayah yang mengalami kekurangan.

Upaya tersebut disiapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dengan melibatkan petani Champion Cabai binaan Kementan.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan mobilisasi stok menjadi salah satu cara yang akan ditempuh untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga antardaerah.

"Fluktuasi harga cabai rawit segera diatasi pemerintah dengan mengupayakan mobilisasi stok dari daerah yang surplus ke daerah defisit," kata Ketut, dikutip redaksi di Jakarta, Senin 14 September 2026. 

Menurutnya, FDP telah terbukti membantu menekan harga cabai melalui distribusi pasokan dari sentra produksi ke wilayah yang mengalami kenaikan harga.

Bapanas dan Kementan kini akan kembali menghubungkan daerah surplus dengan wilayah yang membutuhkan tambahan pasokan. Salah satu daerah yang tengah menjadi perhatian adalah Kediri, Jawa Timur, yang mengalami dinamika harga dan pasokan cabai rawit.

"Karena itu, kami ingin berkoneksi kembali dengan teman-teman Kementan untuk melihat wilayah mana yang dapat kita dukung melalui FDP," kata Ketut.

Ia menilai keterlibatan petani Champion Cabai menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas harga. Pasokan dari daerah dengan harga relatif terjangkau dapat dialihkan ke wilayah yang mengalami lonjakan harga.

"Misalkan di daerah di luar Jawa yang harganya relatif masih terjangkau, sehingga kita bisa FDP ke wilayah-wilayah yang harganya tinggi. Kita undang kembali para petani champion kita untuk membantu distribusikan ke wilayah-wilayah yang harganya relatif tinggi," ujar Ketut.

Pada triwulan pertama 2026, FDP cabai rawit telah memobilisasi 5.590 kilogram cabai. Rinciannya, sebanyak 3.150 kilogram dikirim dari Enrekang, Sulawesi Selatan, ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta.

Selain itu, masing-masing 1.140 kilogram dan 1.300 kilogram didistribusikan ke Lombok Tengah dan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Bapanas mencatat intervensi tersebut turut memberikan dampak positif terhadap inflasi. Pada April 2026, terjadi penurunan inflasi, termasuk pada komponen harga bergejolak (volatile food).

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga cabai rawit merah pada Minggu mencapai Rp90.050 per kilogram. Sementara cabai rawit hijau Rp64.700 per kilogram, cabai merah keriting Rp62.950 per kilogram, dan cabai merah besar Rp54.200 per kilogram. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA