Kenaikan ini menjadi rebound terbatas setelah tekanan penurunan yang lebih luas dalam tujuh hari terakhir, di mana Bitcoin masih mencatat pelemahan sekitar 3,93 persen.
Pergerakan tersebut sedikit melampaui kenaikan total kapitalisasi pasar kripto global yang naik 1,21 persen, menandakan adanya dorongan jangka pendek di tengah kondisi pasar yang masih berhati-hati.
Salah satu pendorong pergerakan harga datang dari gangguan pada hashrate penambangan Bitcoin. Badai musim dingin ekstrem yang melanda berbagai wilayah di Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan menyebabkan pemadaman listrik secara luas, memaksa banyak penambang mengurangi operasionalnya.
Di sisi lain, likuiditas stablecoin menunjukkan pelemahan yang memberi tekanan tersendiri bagi pasar.
Perusahaan analitik on-chain Santiment mencatat kapitalisasi pasar gabungan dari 12 stablecoin terbesar menyusut sekitar 2,24 miliar Dolar AS dalam 10 hari terakhir. Penyusutan ini terjadi seiring perpindahan modal ke aset safe haven tradisional, seperti emas.
Meski demikian, sentimen positif datang dari langkah institusi keuangan global. BlackRock pada 26 Januari mengajukan pendaftaran S-1 untuk produk “iShares Bitcoin Premium Income ETF”.
Produk ini dirancang untuk mengikuti pergerakan harga Bitcoin sekaligus menghasilkan pendapatan tambahan melalui penjualan opsi beli (call options) secara sistematis. Inisiatif ini memperkuat persepsi bahwa minat institusional terhadap Bitcoin masih berlanjut di tengah volatilitas pasar.
BERITA TERKAIT: