Penggagas event yakni, PT Debindo Global Expo ingin mengajak para praktisi dan industri berfokus pada penguatan dan pengembangan sektor peternakan di Indonesia dengan menampilkan produk, layanan, dan solusi inovatif dari berbagai merek ternama.
"Modernisasi teknologi adalah langkah penting untuk menjaga ketahanan pasokan produk unggas nasional," ujar Ketua V Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) Dewa Putu Sumerta di kawasan Kebayoran Baru, Kamis, 9 Oktober 2025.
Terbukti, event ini juga didukung oleh pelaku industri, seperti Nusaqu, Agrifam, dan Chickin.
Sebagian besar mitra mereka adalah para peternak yang berada di pelosok pedesaan di Indonesia.
"Kami percaya bahwa masa depan peternakan Indonesia akan ditentukan oleh kemampuan peternak memanfaatkan data dan teknologi. Kita mau angkat peternak lokal di Indonesia dan kebanyakan masih tradisional dan kita hadir digitalisasi soal pencatatan, pendataan soal kesehatan sapi," kata CEO & Founder Nusaqu, Nanang Sugiarto.
Selaras dengan Nanang, Chickin Indonesia, startup agritech yang fokus pada digitalisasi peternakan unggas, juga menekankan pentingnya teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan ternak.
"Melalui solusi berbasis data analytics, Chickin membantu peternak mengelola kandang secara lebih cerdas dan produktif sebab, akses pasar, produksi dan pasar modal. Dengan begitu, ini bisa jadi hidup dari hulu ke hilir," ujar CEO Chickin Indonesia, Tubagus Syailendra Wangsadisastra.
Untuk itu, para pengunjung dapat menghadiri NLP Expo 2025 dan langsung berinteraksi dengan para exhibitor guna mendapatkan solusi kebutuhan beragam produk hasil peternakan, alat dan perlengkapan teknologi peternakan maupun peluang kemitraan bisnis dengan melakukan registrasi pengunjung secara gratis silahkan klik laman resmi
www.nusantaralivestockexpo.com/register.
BERITA TERKAIT: