Gunakan Jaringan Anggota Parlemen Di Senayan Untuk Bongkar Mafia Impor Gula

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 18 Juni 2017, 01:39 WIB
Gunakan Jaringan Anggota Parlemen Di Senayan Untuk Bongkar Mafia Impor Gula
Tolak Gula Impor/net
rmol news logo Kebijakan Menteri Perdagangan yang menyusun tata Niaga Gula Nasional dengan membentuk Bursa Lelang Gula Kristal Rafinasi diapresiasi oleh Coordinator Indonesia Sugar Watch, Gatot Triyono.

"Bursa Lelang Gula Kristal Rafinasi yang dikuatkan dengan keputusan menteri Perdagangan adalah merupakan kebijakan yang pro rakyat dalam cita-cita trisakti Nawacita," kata Gatot dalam keterangan persnya kepada wartawan, Sabtu (17/6).

Terlebih menurut dia, sebelumnya, setiap tahun, masalah terkait Gula Rafinasi selalu menjadi momok persoalan yang menjadi dampak negative bagi para petani dan pabrik gula putih nasional.

Hal itu menurutnya karena gula rafinasi hasil selundupan yang tidak jelas asalnya merembes ke pasar-pasar, atau kadang kala gula rafinasi sulit untuk di dapat oleh pengusahan makanan dan minuman sehingga menyebabkan produk makanan dan minuman berbasis gula menjadi mahal dan pengusaha makanan dan minuman pun kesulitan dalam menjalankan usahanya.

"Nah, dengan adanya keputusan Menteri Perdagangan untuk mengatur tata niaga gula rafinasi disertai membentuk bursa lelang GKR, menurutnya akan ada kontrol pasar secara baik sehingga pasar tradisiomal dapat teratasi untuk masa mendatang," tambah Gatot.

Namun, lanjutnya, harus diantisipasi mafia impor GKR yang akan menghalalkan segala cara.

"Mafia yang akan gigit jari dan salah satu caranya adalah mengunakan jaringan anggota Parlemen di Senayan untuk menganggu dan melakukan protes pada pemerintahan Joko Widodo terkait Lelang GKR tersebut, begitu  juga mengunakan pengamat," demikian Gatot. [san]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA