Legislator PKS: Kenaikan TDL Mengerek Inflasi Lebih Buruk Lagi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 05 Mei 2017, 17:18 WIB
Legislator PKS: Kenaikan TDL Mengerek Inflasi Lebih Buruk Lagi
Ecky Awal Mucharam/Humas FPKS
rmol news logo Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) saat ini hanya akan membebani masyarakat sekaligus berdampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi.

"Seperti yang selalu terjadi setiap ada kenaikan harga-harga yang diatur pemerintah (administered price), inflasi akan meroket. Ditambah momen menjelang Ramadhan, pemerintah tentunya mengerti bahwa masyarakat sedang banyak mengeluarkan uang," jelas  Wakil Ketua Fraksi PKS DPR Bidang Ekonomi dan Keuangan, Ecky Awal Mucharam di Jakarta, Jumat (5/5).

Menurut dia, di tengah upaya pemerintah mengelola ketersediaan bahan-bahan kebutuhan pokok, justru dengan akumulasi dari kenaikan belanja masyarakat dan TLD akan mengerek inflasi lebih buruk lagi.

Ecky menerangkan, sejak tiga tahun lalu ekonomi Indonesia bergerak lamban, sehingga pendapatan masyarakat bawah tidak tumbuh tinggi. Pada situasi seperti ini ironisnya, pemerintah secara berkelanjutan menaikkan harga barang-barang yang diaturnya. Padahal barang-barang tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak.

"Meski pemerintah beralasan bahwa penyesuaian harga TDL untuk golongan terentu saja, namun efek inflasi yang ditimbulkan pengaruhnya tidak dapat dibatasi hanya pada golongan yang TDL-nya dinaikkan," imbuh anggota Komisi XI DPR ini.

Tidak hanya sampai disitu, masih kata Ecky, inflasi yang bergerak tajam akan menjadi sinyal negatif bagi sektor pembiayaan, sehingga mendorong mereka menahan penurunan suku bunga. Bahkan, cenderung menaikkannya sebagai kompensasi terhadap penurunan nilai rill dari dana deposan.

Sektor keuangan pun, tegas Ecky, harus melakukan penyesuaian suku bunga ke atas untuk tetap menarik deposan. Sementara para pemilik modal akan mengkalkulasi inflasi untuk menentukan return of investment, baik di investasi portfolio maupun sektor rill. Secara keseluruhan, efeknya akan memperlambat laju ekonomi.

"Saya berharap pemerintah bisa menunda rencana ini (kenaikan TDL) hingga ada momentum ekonomi yang tepat. Kedua, verifikasi data pelanggan yang berhak menerima subsidi juga harus betul-betul dilakukan. Jangan sampai masyarakat golongan ekonomi lemah kehilangan haknya yang mendasar atas layanan dari negara" tutup Ecky.[wid]


FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA