Pengalaman BOA selama 20 tahun sebagai pemimpin dunia dalam tata kelola informasi dan solusi pengelolaan data, ikut menjadi jaminan.
"Fokus kami membantu pelanggan mengelola salah satu aset terpenting mereka, yaitu data," ujar CEO BackOffice for Asia Pasifik, Jepang dan Timur Tengah, Krish Datta saat meluncurkan produk tersebut di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Kamis (27/4).
Datta mengatakan, fitur DSO memungkinkan organisasi untuk mempercepat pertumbuhan. Sekaligus mendapatkan visibilitas yang dapat ditindaklanjuti, dan mengurangi risiko.
"Sistem yang ada pada DSP, dibangun di atas platform revolusioner. Sehingga memenuhi kebutuhan pengguna bisnis yang ingin membuka nilai aset data mereka," paparnya.
Sejak didirikan pada tahun 1996, BOA mengklaim memiliki catatan keberhasilan yang tak tertandingi. Khususnya, terkait persoalan data yang paling kompleks dalam berbagai industri.
"Pelanggan kami banyak yang termasuk dalam perusahaan Fortune 1000, termasuk Eli Lilly, Kraft, dan Graybar. Sekarang kami berekspansi di Indonesia," demikian Datta.
Untuk diketahui, BOA merupakan perusahaan global yang berkantor pusat di Massachusetts. Untuk kantor cabangnya, terdapat di beberapa negara, seperti AS, Australia, Kanada, Dubai, India, Singapura, Swiss, dan Inggris.
[wid]
BERITA TERKAIT: