‎"Meminjam kata iklan, ruarrr biasaa! Pejabat bangsa ini untuk kepentingan asing bisa kehilangan integritasnya. Telah cukup lama lekat di pandangan masyarakat Sudirman Said berlaku sebagai jubirnya Freeport. Peran ini kini dilakoni Amin Sunaryadi. Dia bertindak seolah-olah sebagai juru bicaranya Inpex dan Shell," ujar Muhammad E Irmansyah dari Forum Peduli Masela kepada redaksi, Jumat (18/3).
‎Irmansyah mensinyalir Amin membohongi publik.‎ Amin Sunaryadi tega mengambil kesimpulan bahwa Inpex dan Shell memangkas tenaga kerjanya dan pekerjaan gas Blok Masela mundur 2 tahun disebabkan adanya desakan kilang Blok Masela di darat.
‎"Pengelabuan fakta oleh Amin Sunaryadi sangat keterlaluan. Semua juga tahu Inpex dan Shell belum memiliki calon pembeli gas sehingga sampai saat ini belum ada satupun asuransi yang berani memberikan jaminan," katanya
‎Kalau calon pembeli gas belum ada maka POD (Plan Of Development) belum bisa disetujui. Karena POD belum disetujui maka tidak ada eksekusi pengembangan. Dan bukankah jika belum ada eksekusi pengembangan berarti belum ada pekerjaan fisik di lapangan.
‎"Jika tidak ada pekerjaan maka dilakukan pengurangan jumlah pekerja. Jadi intinya (penyebab pengurangan karyawan oleh Inpex dan Shell) adalah karena situasi harga minyak dunia yang rendah sehingga tidak masuk keekonomian, dan belum adanya calon pembeli gas jangka panjang," ulasnya.‎
Selain itu, kata dia ementara itu, kata dia, sebagai Ketua SKK Migas, Amin sudah pasti tahu saat ini harga gas dunia anjlok sehingga mengakibatkan banyak pengembangan proyek LNG di dunia seperti di negara Brasil, Columbia, Norwegia, Puerto Rico dan Australia, ditunda. Pengamat migas internasional Dr. Fesharaki menyatakan bahwa sebagian besar proyek LNG akan ekonomis di harga minyak antara USD 80-90 /barel namun saat ini harga turun bebas ke kisaran USD 30-40/barel.
‎"Sebagai masyarakat yang peduli terhadap nasib bangsa dan menjaga kekayaan sumber daya alam, kami sangat kecewa dengan kualitas dan integritas Amin Sunaryadi. Dia sangat layak dicopot oleh Jokowi dari Ketua SKK Migas," demikian Irmansyah.
[dem]
BERITA TERKAIT: