Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan mengatakan, dengan tingginya harga daging sapi, diharapkan ada akselerasi pasokan yang dapat menurunkan harga tersebut.
“Harga stabil, kecuali daging sapi, daging sapi ada yang bisa capai Rp 95 ribu, mudah-mudahan harganya turun sebelum bulan Ramadhan,†harap Gita, kemarin.
Menurutnya, harga daging sapi yang melonjak drastis hanya di DKI Jakarta. Sedangkan di daerah Jawa Tengah harga daging jauh lebih rendah dibanding di Jakarta sebesar Rp 95 ribu.
Guna menstabilkan harga daging di pasaran, kata Gita, pemerintah telah memberikan izin importasi daging untuk Perum Bulog. Dengan demikian, Bulog dapat melakukan intervensi daging di pasaran.
Dia juga mengaku minggu ini akan memutuskan alokasi pengoperasian pasar terhadap Bulog guna menstabilkan harga daging. Stabilisasi ini dilakukan lantaran daging sapi banyak diminati.
“Kita akan menyampaikan pandangan yang akan diputuskan di rapat Menko minggu ini,†ucap Gita.
Saat ini, Kemendag dan Kementerian Pertanian (Kementan) masih mendiskusikan apa yang akan diberikan kepada Bulog terkait alokasi pengoperasian pasar daging sapi.
Untuk diketahui, Bulog akan mendapatkan kuota impor daging sapi 1.500-3.000 ton. Kuota daging ini diterapkan guna melakukan operasi pasar menjelang Lebaran.
Kemendag telah mengeluarkan Permendag No.22/2013 yang memberikan tugas khusus kepada Perum Bulog untuk menstabilkan harga daging sapi. Bulog diharapkan dapat mengintervensi pasar Jabodetabek sehingga harga daging sapi skala nasional bisa ditekan.
“Saya ingat betul Bulog ditugaskan (mengimpor-red) besarannya itu 3.500 ton, ini kuota sementara. Ini operasi pasar, yaitu ke pasar atau kita derek, sementara hanya untuk Ramadhan dan Lebaran. Tujuannya adalah penekanan harga,†imbuh Wakil Mendag Bayu Krisnamurthi.
Untuk itu, Bayu menyerahkan kepada Bulog. Yang jelas, target harga sesuai dengan apa yang diharapkan Mendag Rp 75-80 ribu per kg skala nasional. [ Harian Rakyat Merdeka ]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google