Mensos Bantu Perekonomian Di Pulau-pulau Terpencil

Dipusatkan Di Lima Wilayah

Rabu, 05 Juni 2013, 08:15 WIB
Mensos Bantu Perekonomian Di Pulau-pulau Terpencil
Salim Segaf Al Jufri
rmol news logo Letak geografis Indonesia yang dengan banyak pulau membuat penanganan kemiskinan terkendala sarana transportasi. Untuk mensiasati hal ini, Kementerian Sosial (Kemensos) berinisiatif menggelar Safari Bakti Kesetiakawanan Sosial.

Apa itu Safari Bakti? Menurut Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al Jufri, Safari Bakti merupakan aksi Kemensos bersafari ke wilayah-wilayah di Nusantara. Terutama di kepulauan terpencil.

“Masalah kesejahteraan sosial tidak hanya terjadi di perkotaan saja. Di pulau-pulau juga tidak kalah banyak terjadi. Terlebih, Indonesia dengan 17.588  pulau, warga butuh perhatian pemerintah, â€ kata Salim saat acara peluncuran Safari Bakti Kesetiakawanan Sosial di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (3/6).

 Dalam Safari Bakti ini, target utama Kemensos adalah mencarikan solusi terhadap berbagai permasalahan kesejahteraan sosial. Misalnya, bagaimana meningkatkan pendidikan atau pendapatan masyarakat sekitar. Selain itu tim Kemensos juga akan membangun berbagai fasilitas pelayanan sosial terpadu yang didukung tenaga terlatih.

Tahun ini, kata Salim, target Safari Bakti akan dipusatkan di wilayah Waingapu, Ambon, Haruku, Fakfak, dan Makassar. Penetapan wilayah tersebut berdasarkan hasil kajian tim peneliti, TNI Angkatan Laut, dan pemda setempat.

Kegiatan ini akan digelar selama 24 hari. Dari tanggal 4 Juni hingga 28 Juni 2013. “Untuk membantu Safari Bakti, TNI AL akan menyediakan kapalnya untuk dijadikan alat transportasi,” imbuhnya.

Salim berharap, kegiatan ini mampu mendorong warga menyelesaikan berbagai permasalah sosial mereka. Sebab, persoalan bangsa bisa selesai jika instrumen negara bekerja untuk menyelesaikan secara bersama pula.

“Pemerintah pusat masih menjadi harapan warga di berbagai pelosok terpencil dan tertinggal, “ tandasnya.

Menurut Jonas, salah seorang warga di Pulau Marampit, Sulawesi Utara mengatakan, warga di pulau terpencil butuh sarana transportasi. Misalnya, kapal laut yang biasanya sebulan sekali datang.
 
“Tidak hanya bantuan. Saya, butuh upaya pemerintah serius menyediakan sarana transportasi laut, agar kapal laut bisa datang tidak sebulan sekali lagi,” pintanya.

Tahun lalu, Kemensos juga mulai menggelar Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak
Huni (RS RTLH). Program nyatanya adalah memperbaiki rumah-rumah warga di pelosok daerah. Program yang lebih dikenal dengan nama bedah kampung ini telah dilaksanakan di 32 kabupaten/kota dengan 7.000 rumah layak huni dibangun dari tahun 2012 hingga sekarang. Banyak pihak menilai program ini sukses besar. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA