Ketua Komite Tetap Pelaku dan Penyedia Jasa Logistik Kadin Irwan Ardi Hasman mengatakan, pihaknya khawatir kisruh di logistik dan transportasi dengan BUMN Pelabuhan akan mengganggu persiapan Indonesia menghadapi ASEAN Economic Community 2015 (AEC).
“Dunia global sudah siap masuk ke Indonesia sebelum 2015. Sementara pelaku usaha logistik dan transportasi dihadapkan pada kenyataan pahit di negeri sendiri ada kebijakan yang tidak memihak,†kata Irwan di Jakarta, kemarin.
Hingga kini, tercatat ribuan perusahaan yang terkait dengan usaha logistik di kepelabuhanan terancam gulung tikar, menyusul adanya kebijakan BUMN Pelabuhan yang mempersulit ruang dan kesempatan berusaha.
“Pertanyaannya, apakah ribuan pengusaha logistik yang selama ini berusaha di pelabuhan selama bertahun-tahun akan dikorbankan demi apa yang disebut dengan efisiensi,†ucapnya.
Irwan juga menyoroti sikap PT Pelindo II yang menyepelekan masalah kelangsungan usaha logistik nasional. Menurutnya, Kadin tidak menginginkan Pelindo II menjadi lembaga sosial, tetapi bisa tumbuh sebagai perusahaan BUMN yang berorientasi pada pelayanan dan menciptakan iklim usaha yang kondusif di pelabuhan.
Ketua Forum Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) Gemilang Tarigan mengatakan, persaingan antara BUMN Pelabuhan dan swasta logistik dan transportasi sudah menyentuh kepada nasib kelangsungan ribuan tenaga kerja.
Tarigan menjelaskan, persaingan itu tidak akan sehat karena pasti dimenangkan BUMN. “BUMN diberikan fasilitas yang cukup untuk bertarung oleh negara, sedangkan swasta tidak,†protesnya.
Pihaknya khawatir, kisruh sektor transportasi dan logistik dengan BUMN Pelabuhan semakin memburuk akan mengancam distribusi barang domestik.
“Perlu segera dicarikan solusi terbaik dari pemerintah agar BUMN dan swasta dapat bersinergi,†cetusnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google