“Saat ini progres pembangunan pabrik baja tahap pertama KS-Posco telah mencapai 85 persen. Kami optimis pabrik selesai kuartal keempat 2013 dan siap beroperasi awal tahun depan,†ujar Direktur Utama PT Krakatau Steel Irvan Kamal Hakim.
Menurut Ivan, pabrik baru tersebut akan memproduksi bahan baku baja berupa pelat dan slab untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri. Mulai dari kebutuhan industri galangan kapal, konstruksi dan manufaktur domestik, sekaligus memasok kebutuhan KS yang saat ini sedang melaksanakan proyek peningkatan kapasitas pabrik Hot Strip Mill (HSM).
Sementara, pabrik baja PT Krakatau Posco tahap pertama akan memiliki kapasitas produksi 3 juta ton per tahun. Kapasitas sebesar itu akan ditingkatkan lagi menjadi 6 juta ton per tahun setelah selesainya pembangunan pabrik tahap kedua. Jumlah kapasitas tersebut dua kali dari total kapasitas produksi KS saat ini.
“Kami berharap pengoperasian pabrik baru ini mampu mengantisipasi lonjakan kebutuhan baja khususnya di pasar domestik yang diperkirakan tumbuh 8-9 persen per tahun dari tahun lalu yang mencapai 10,4 juta ton,†jelasnya.
Irvan mengaku pengoperasian Krakatau Posco dapat menekan biaya inventory dan modal kerja KS, karena dapat mengurangi kebutuhan slab impor sebagai bahan baku Hot Rolled Coil (HRC). HRC merupakan produk baja yang saat ini menjadi sumber pendapatan utama perseroan.
Selain itu, beroperasinya KS Posco juga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google