Bos Bumi Plc Mundur, Investigasi Aset Lancar

Pemegang Saham Pertanyakan Pelunasan Utang Ke China

Rabu, 26 September 2012, 08:28 WIB
Bos Bumi Plc Mundur, Investigasi Aset Lancar
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
rmol news logo .CEO Bumi Plc Ari S Hudaya akhirnya mengundurkan diri. Saat ini Bumi memiliki 29 persen saham di PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Penguduran diri ini diduga untuk memuluskan proses investigasi penggunaan dana oleh salah satu sayap bisnis batubara milik Bakrie Group itu.

Mundurnya Ari S Hudaya da­­ri jabatan Chief Executive Officer (CEO) Bumi Plc di­si­nya­lir karena konflik berkepan­ja­ngan antara kelompok Bakrie dan pe­megang saham Bumi Plc lainnya,  Nathaniel Rotschild.

Saat ini, Bumi Plc yang tercatat di Bursa London menguasai 29 persen saham PT Bumi Resour­ces Tbk. “Ari Hudaya mengun­dur­­kan diri untuk lebih fokus di Bumi Resources,” kata Di­rektur Bumi Re­sources Dileep Srivas­tava di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, dengan me­le­­pas jabatan sebagai CEO di Bumi Plc, Ari Hudaya secara khusus me­miliki ruang untuk me­ngem­bangkan perusahaan batubara mi­lik kelompok Bakrie tersebut da­lam jangka panjang.

Ari menjabat sebagai CEO dari Maret 2012. Dia juga merupakan Presiden Direktur PT Bumi Re­sources Tbk, perusahaan yang 29 persen sahamnya dikuasi Bumi Plc. Beberapa saat sebelum Ari mengundurkan diri, Bumi Plc me­ngumumkan akan melakukan investigasi dugaan penyelewa­ngan penggunaan keuangan pe­rusahaan afiliasinya di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk. Bumi Plc akan melakukan koordinasi dengan otoritas bursa London dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Fokus investigasi Bumi Plc sa­lah satunya merinci penggunaan dana di Bumi Resources Tbk dan PT Berau Coal Energy Tbk. Da­lam laporan keuangan Bumi Plc Desember 2011, nilai pe­ngem­ba­ngan Berau Coal Energy di­tu­run­kan menjadi nol dari sebe­lumnya 75 juta dolar AS dan dari 247 juta dolar AS menjadi nol. Hanya in­vestasi dengan nilai 39 juta do­lar AS yang tercantum da­lam la­po­ran keuangan konso­li­dasi pe­­ru­sahaan. Sebagai informasi, Bumi Plc memiliki 85 persen sa­ham di Berau Coal Energy.

Sayangnya, Ari tidak memberi­kan alasan yang jelas soal mun­durnya dari CEO Bumi Plc. Se­mentara Dileep hanya mengung­kapkan, keputusan Ari Hudaya mundur agar lebih berkonsen­trasi. “Saya kira, agar tidak ter­gang­gu,” kaat Dileep.

Direktur Independen Bumi Plc Nathaniel Rotschild sebelumnya meminta pembersihan di da­lam manajemen keuangan Bumi Re­sour­ces menyusul kenginan per­cepatan pembayaran utang. Dia juga pernah mengi­rim surat ke­pada Presiden Direk­tur Bumi Re­sour­ces Ari Hudaya. Nathaniel minta agar dana investasi segera dicairkan untuk membayar utang ke China.

Pada 27 Agustus lalu, Bumi Re­sources menunda pen­cairan dana inves­tasi sebesar 423 juta dolar AS (Rp 2,3 triliun) pada PT Recapital Asset Manage­ment. Padahal jika dana tersebut cair, Bumi bisa mem­­percepat penye­lesaian utang­nya ke China Invest­ment. [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA