.CEO Bumi Plc Ari S Hudaya akhirnya mengundurkan diri. Saat ini Bumi memiliki 29 persen saham di PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Penguduran diri ini diduga untuk memuluskan proses investigasi penggunaan dana oleh salah satu sayap bisnis batubara milik Bakrie Group itu.
Mundurnya Ari S Hudaya daÂÂri jabatan Chief Executive Officer (CEO) Bumi Plc diÂsiÂnyaÂlir karena konflik berkepanÂjaÂngan antara kelompok Bakrie dan peÂmegang saham Bumi Plc lainnya, Nathaniel Rotschild.
Saat ini, Bumi Plc yang tercatat di Bursa London menguasai 29 persen saham PT Bumi ResourÂces Tbk. “Ari Hudaya mengunÂdurÂÂkan diri untuk lebih fokus di Bumi Resources,†kata DiÂrektur Bumi ReÂsources Dileep SrivasÂtava di Jakarta, kemarin.
Dia mengatakan, dengan meÂleÂÂpas jabatan sebagai CEO di Bumi Plc, Ari Hudaya secara khusus meÂmiliki ruang untuk meÂngemÂbangkan perusahaan batubara miÂlik kelompok Bakrie tersebut daÂlam jangka panjang.
Ari menjabat sebagai CEO dari Maret 2012. Dia juga merupakan Presiden Direktur PT Bumi ReÂsources Tbk, perusahaan yang 29 persen sahamnya dikuasi Bumi Plc. Beberapa saat sebelum Ari mengundurkan diri, Bumi Plc meÂngumumkan akan melakukan investigasi dugaan penyelewaÂngan penggunaan keuangan peÂrusahaan afiliasinya di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk. Bumi Plc akan melakukan koordinasi dengan otoritas bursa London dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Fokus investigasi Bumi Plc saÂlah satunya merinci penggunaan dana di Bumi Resources Tbk dan PT Berau Coal Energy Tbk. DaÂlam laporan keuangan Bumi Plc Desember 2011, nilai peÂngemÂbaÂngan Berau Coal Energy diÂtuÂrunÂkan menjadi nol dari sebeÂlumnya 75 juta dolar AS dan dari 247 juta dolar AS menjadi nol. Hanya inÂvestasi dengan nilai 39 juta doÂlar AS yang tercantum daÂlam laÂpoÂran keuangan konsoÂliÂdasi peÂÂruÂsahaan. Sebagai informasi, Bumi Plc memiliki 85 persen saÂham di Berau Coal Energy.
Sayangnya, Ari tidak memberiÂkan alasan yang jelas soal munÂdurnya dari CEO Bumi Plc. SeÂmentara Dileep hanya mengungÂkapkan, keputusan Ari Hudaya mundur agar lebih berkonsenÂtrasi. “Saya kira, agar tidak terÂgangÂgu,†kaat Dileep.
Direktur Independen Bumi Plc Nathaniel Rotschild sebelumnya meminta pembersihan di daÂlam manajemen keuangan Bumi ReÂsourÂces menyusul kenginan perÂcepatan pembayaran utang. Dia juga pernah mengiÂrim surat keÂpada Presiden DirekÂtur Bumi ReÂsourÂces Ari Hudaya. Nathaniel minta agar dana investasi segera dicairkan untuk membayar utang ke China.
Pada 27 Agustus lalu, Bumi ReÂsources menunda penÂcairan dana invesÂtasi sebesar 423 juta dolar AS (Rp 2,3 triliun) pada PT Recapital Asset ManageÂment. Padahal jika dana tersebut cair, Bumi bisa memÂÂpercepat penyeÂlesaian utangÂnya ke China InvestÂment. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: