Aneh, Dana Alokasi Umum Malah Memperbesar Kesenjangan Ekonomi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 13 April 2011, 16:37 WIB
Aneh, Dana Alokasi Umum Malah Memperbesar Kesenjangan Ekonomi
ilustrasi
RMOL. Dana perimbangan yang sebenarnya bertujuan untuk mempersempit kesenjangan fiskal secara horizontal dan vertikal gagal menjadi instrumen fiskal antara pemerintah pusat dan daerah serta antara daerah dengan daerah lain gagal  mencapai tujuannya.

Pasalnya, dana perimbangan khususnya dana alokasi umum malah semakin memperlebar kesenjangan ekonomi antar satu daerah dengan daerah lainnya.

Hal itu dikatakan Ekonom dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Rakyat Merdeka Online, Rabu (13/4).

"Sejatinya dana alokasi umum yang formulanya telah baku, agar mampu mempersempit kesenjangan horizontal, pada prakteknya terjadi banyak kompromi dan tawar menawar," kata penulis buku Akrobat Pembangunan ini.

Kompromi itu, imbuh Dahnil dilakukan pemerintah daerah, pemerintah pusat dan anggota DPR RI. Modusnya memperbesar dana alokasi umum daerah tertentu, sehingga besarannya diluar kewajaran.

"Oleh sebab itu perlu kiranya memperbaiki mekanisme dana perimbangan, agar efektif mempersempit kesenjangan fiskal antar daerah, pemerintah pusat dan daerah yang lain," imbuhnya.[arp]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA