Abaikan Opsi Merger, Merpati Ngotot Minta Dana 600 Miliar

Usut Kemelut Keuangan, DPR Bentuk Panja

Kamis, 17 Maret 2011, 03:01 WIB
Abaikan Opsi Merger, Merpati Ngotot Minta Dana 600 Miliar
PT Merpati Nusantara Airlines (MNA)
RMOL.PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) mengabaikan opsi merger dengan PT Garuda Indonesia. DPR akan membentuk panitia kerja (Panja) untuk mengusut persoalan keuangan di Merpati.

Meski hingga kini PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) masih merugi, namun Direktur Keua­ngan Merpati Farid Lutfi yakin, kinerja perusahaannya ak­an bang­kit. Untuk itu, kini Mer­­­­pati mengambil strategi de­ng­an me­ng­ekor berbagai rute yang di­ja­lankan Garuda.

Sebelumnya, Merpati memang pernah membuka diri untuk pengga­bungan usaha (merger) dengan Garuda atau perusahaan aviasi swasta lainnya. Meskipun pada akhirnya, Mer­pati mengambil opsi competition in harmony.

Dirut PT Merpati Nu­san­tara Airlines Sardjono Jhony Tjitroku­sumo mengatakan, Mer­pati juga ber­u­paya melayani rute-rute  yang diting­galkan Garuda.

“Kami merasa bisa ber­main di wilayah Ga­ru­da. Opsi merger itu nggak kita ambil karena kita ambil opsi competiton in harmo­ny,” kata Sardjono dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Ko­mi­si VI DPR,  kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Sardjono juga mempertanyakan maskapai Citilink milik Garuda, ka­rena secara langsung mengge­rus pasar Merpati. Untuk itu, dia usul agar Citilink ditiadakan.

Merpati, kata Sardjono, akan terus melakukan ekspansi. Ka­rena itu, Merpati mengharapkan peng­ucuran dana Penyertaan Mo­dal Negara (PMN) senilai Rp 600 miliar tahun ini. Pasalnya, pada 2007 perusahaan aviasi ini per­nah mengajukan PMN, namun yang disetujui hanya seper­tiga­nya saja. “Kita berharap pengu­cu­rannya tepat dosis,” ujarnya.

Menurut Sardjono, rencana bis­­nis Merpati tengah dibahas ber­sama PT Perusahaan Peng­e­lola Aset (PPA), sebagai konsul­tan keuangan dan iharapkan bu­lan ini  selesai. Setelah itu, perse­ro­an akan membawanya ke Ke­men­terian BUMN untuk disahkan.

Ketua Komisi VI DPR Air­langga Hartarto mene­gas­kan, akan membuat Panitia Ker­ja (Panja) khusus Merpati. Me­nu­rutnya, kebutuhan Merpati sebe­sar Rp 600 miliar sudah di­catat dalam Anggaran Penda­pa­tan dan Belanja Negara (AP­BN). “Nah, da­na itu cukup apa tidak un­tuk Merpati,” tukas Airlangga. [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA