Meski hingga kini PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) masih merugi, namun Direktur KeuaÂngan Merpati Farid Lutfi yakin, kinerja perusahaannya akÂan bangÂkit. Untuk itu, kini MerÂÂÂÂpati mengambil strategi deÂngÂan meÂngÂekor berbagai rute yang diÂjaÂlankan Garuda.
Sebelumnya, Merpati memang pernah membuka diri untuk penggaÂbungan usaha (merger) dengan Garuda atau perusahaan aviasi swasta lainnya. Meskipun pada akhirnya, MerÂpati mengambil opsi competition in harmony.
Dirut PT Merpati NuÂsanÂtara Airlines Sardjono Jhony TjitrokuÂsumo mengatakan, MerÂpati juga berÂuÂpaya melayani rute-rute yang ditingÂgalkan Garuda.
“Kami merasa bisa berÂmain di wilayah GaÂruÂda. Opsi merger itu nggak kita ambil karena kita ambil opsi competiton in harmoÂny,†kata Sardjono dalam Rapat Dengar Pendapat dengan KoÂmiÂsi VI DPR, kemarin.
Dalam kesempatan tersebut, Sardjono juga mempertanyakan maskapai Citilink milik Garuda, kaÂrena secara langsung menggeÂrus pasar Merpati. Untuk itu, dia usul agar Citilink ditiadakan.
Merpati, kata Sardjono, akan terus melakukan ekspansi. KaÂrena itu, Merpati mengharapkan pengÂucuran dana Penyertaan MoÂdal Negara (PMN) senilai Rp 600 miliar tahun ini. Pasalnya, pada 2007 perusahaan aviasi ini perÂnah mengajukan PMN, namun yang disetujui hanya seperÂtigaÂnya saja. “Kita berharap penguÂcuÂrannya tepat dosis,†ujarnya.
Menurut Sardjono, rencana bisÂÂnis Merpati tengah dibahas berÂsama PT Perusahaan PengÂeÂlola Aset (PPA), sebagai konsulÂtan keuangan dan iharapkan buÂlan ini selesai. Setelah itu, perseÂroÂan akan membawanya ke KeÂmenÂterian BUMN untuk disahkan.
Ketua Komisi VI DPR AirÂlangga Hartarto meneÂgasÂkan, akan membuat Panitia KerÂja (Panja) khusus Merpati. MeÂnuÂrutnya, kebutuhan Merpati sebeÂsar Rp 600 miliar sudah diÂcatat dalam Anggaran PendaÂpaÂtan dan Belanja Negara (APÂBN). “Nah, daÂna itu cukup apa tidak unÂtuk Merpati,†tukas Airlangga. [RM]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: