General Manager Commercial Division Lippo Cikarang EnÂdang Sutrisna mengatakan, LCC berada di kawasan perumahan dan pusat industri. Hingga kini, sebanyak 40 ribu jiwa bermukim di Lippo Cikarang dan 250 ribu orang melakukan bisnis di kaÂwasan ini setiap harinya.
Selain diuntungkan berada di kawasan hunian dan pusat bisÂnis, kata Endang, potensi pasar pusat perbelanjaan LCC datang dari pengunjung pusat rekreasi. Pusat rekreasi Water Boom LipÂpo Cikarang, misalnya, berÂhasil menarik banyak pengunÂjung dari berbagai kota.
Pusat perbelanjaan LCC meÂnyasar konsumen kalangan meÂnengah ke atas. Target utama peÂngunjung yaitu penghuni dan pekerja di Lippo Cikarang, terÂmasuk masyarakat sekitarnya. LCC akan menjadi pusat gaya hiÂdup dengan nuansa hiburan yang kental dengan musik, hang out, serta pusat pertemuan (meeÂting point). Mall ini juga memÂbidik segmen anak muda dan keluarga untuk bersama-sama menikmati hiburan serta saling terinteraksi.
Selain mall pusat gaya hidup, LCC memiliki desain ramah lingkungan. Letak bangunan meÂnyesuaikan pepohonan yang terÂsebar di kawasan Lippo CiÂkaÂrang. Ramah Lingkungan terliÂhat dari konsep bangunan terÂbuka yang memberikan aliÂran udara, pemakaian energi seÂefekÂtif mungkin, serta pengoÂlahan air limbah yang diproses layak buang.
Ada beberapa tenant ternama telah tergabung dengan LCC, seperti Farmers Market, StarÂbucks, J.Co Donnut, Domino’s Pizza, FM Kitchen, Olive House, Chicken Village, Bumbu Desa, Bakmi Naga, Solaria, Body Shop, Optic Tunggal dan Apotik Century.
LCC menempati lahan seluas 36.000 meter persegi berÂdiri di pusat kota mandiri Lippo CikaÂrang. Pengembangan LCC terÂbagi atas tiga tahap. PengemÂbangan LCC tahap keÂdua mulai pertengahan 2011. LCC tahap kedua akan menelan investasi Rp 40 miliar. LCC tahap kedua ditargetkan ramÂpung akhir tahun ini. [RM]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.