Kedua konsultan itu adalah PT Architects Indonesia dan PT Meinhardt Indonesia untuk menÂdesain infrastruktur teknis kaÂwasan Graha Natura.
Untuk tahap awal, Intiland mau mengembangkan proyek hunian seluas 32 hektare untuk 492 kavÂling yang terbagi dalam empat klasÂÂter. Adapun pengembangan proÂÂyek ini ditargetkan diseleÂsaiÂkan 10 hingga 15 hektare tiap tahun.
“Investasi per hektare diÂperÂkirakan Rp 7 miliar dari total inÂÂvesÂtasi senilai Rp 400 miliar. UnÂÂtuk 15 hektare tahap pertama suÂdah selesai. Dana yang sudah terÂserap dalam proyek itu menÂcapai Rp 100 miliar lebih,†kata WaÂkil Presiden Direktur dan Chief Operating Officer PT InÂtiÂland Development SinarÂto DharÂÂmaÂwan usai penanÂdaÂtaÂngaÂnan nota kerja sama dengan dua konÂsultan di JaÂkarta, Selasa (18/1).
Sedangkan untuk proyek kedua, Sinarto menuturkan, total inÂvesÂtasinya bisa dua kali lipat dari nilai investasi pertama. Berapa angka pastinya, Sinarto belum bisa meÂmastikan angkanya.
Untuk menarik konsumen, SiÂnarto mengatakan, proyek hunian ini akan mengedepankan konsep tata lingkungan yang asri dan mengutamakan aspek kesehatan bagi penghuni.
“Tak hanya green (hijau), proÂyek hunian ini juga akan mengÂutamakan aspek kesehatan. Yakni limbah rumah tangga serta pemÂbuangan yang akan dikelola seÂcara terpusat,†kata Sinarto.
Ia menyebutkan, Intiland untuk Graha Natura mensyaratkan setiap rumah hanya diperbolehkan meÂreÂnovasi atau mengembangkan rumahnya maksimum 50 persen dari total luas lahan yang ada. “Aturan itu dimaksudkan untuk mempertahankan konsep hunian yang asri dan kawasan serapan air yang bersih,†kataÂnya. [RM]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.