Wow... Investor AS Kuasai 3.000 Proyek Tower BTS

Apnatel Bahas Penguasaan Tower Oleh Asing

Rabu, 17 November 2010, 05:53 WIB
Wow... Investor AS Kuasai 3.000 Proyek Tower BTS
RMOL. Masuknya perusahaan asing di proyek tower atau menara telekomunikasi mulai meresahkan pengusaha tower nasional. Pemerintah diminta lebih peka terhadap pengusaha lokal.

Karena itu, Asosiasi Perusahaan Nasional Telekomunikasi (Apna­tel) akan membahas hal itu dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Apnatel yang akan di­gelar pada 20-21 Novem­ber 2010 nanti.

   Pelaksana tugas Ketua Umum Apnatel Riad Oscha Chalik me­ngatakan, permasalahan tower asing tersebut akan dibicarakan dengan DPR. Pihaknya mengaku tidak bisa melarang masuknya in­vestasi asing, namun porsi me­reka harus proporsional.

“Apnatel itu anggotanya ba­nyak, termasuk Telkom dan peru­sahaan tower. Namun saat ini justru banyak perusahaan asing yang masuk ke Indonesia dan membangun tower. Asing itu bo­leh-boleh saja masuk, tetapi ja­ngan mematikan pengusaha na­sional. Harus ada sinergitas dan tidak boleh memonopoli atau mayoritas,” kata Riad saat dihu­bungi Rakyat Merdeka di Ja­karta, kemarin.

Dia mencontohkan, investor Amerika masuk ke bisnis tower melalui PT Tower Bersama Infra­structure Tbk. Menurut Riad, pro­yek tower itu mirip peker­jaan tu­kang, karena itu mestinya di­se­rahkan ke investor lokal saja. Hal ini berbeda dengan teknologi sate­lit yang masih dipegang asing ka­rena Indonesia belum menguasai.

“Kepemilikan Tower Bersama itu di belakangnya Amerika yang kini sudah memiliki tower 2.000-3.000 tower di dalam negeri. Pada­hal tadinya kan Saratoga yang mau masuk. Ini proses akal-akalan saja. Belum lagi bicara local con­tent, kapan Indonesia bisa bangkit kalau semua barang dari impor,” katanya seraya me­nambahkan, mayoritas tower yang digarap asing itu se­jenis base trans­ceiver station (BTS).

Dalam perkembangannya, kini Apnatel juga sebagai pembuat Sertifikat Badan Usaha (SBU) sebagai mitra pemerintah yang berdiri sejak 1978. Dengan pe­nga­laman yang dimiliki Apnatel, maka pihaknya akan memper­juangkan pengusaha nasional di industri telekomunikasi. Asing, lanjut dia, boleh saja menguasai, tetapi harus hati-hati. Sehingga, harus ada poli­tical will dari pe­merintah. Belum lagi semua ope­rator tele­komunikasi saat ini su­dah dikua­sai asing. “Ini akal-akalan apa lagi,” tanya Riad.

Terkait, industri pembangunan tower, katanya, saat ini sudah bisa dila­kukan oleh pengusaha na­sional, bukan cuma asing.   [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA