Berita

Raja Maroko Mohammed VI (Foto: Kerajaan Maroko)

Global

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

MINGGU, 01 NOVEMBER 2026 | 11:17 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Maroko menyambut keputusan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang tidak memperpanjang mandat Misi PBB untuk Referendum di Sahara Barat (MINURSO). 

Dalam pernyataan Royal Office yang dirilis di Rabat, Jumat, 30 Oktober 2026, Maroko menyebut perkembangan tersebut sebagai momentum besar yang bertepatan dengan perayaan Unity Day atau Hari Persatuan, yang diproklamasikan Raja Mohammed VI sebagai simbol perubahan pendekatan dalam menangani persoalan Sahara.

"Ini merupakan perkembangan besar dan langkah signifikan menuju penutupan definitif masalah Sahara Maroko di PBB," demikian pernyataan Kantor Kerajaan, dikutip Minggu, 1 November 2026.


Maroko menilai tidak diperpanjangnya mandat MINURSO akan mengakhiri keberadaan misi tersebut di wilayah selatan kerajaan, termasuk personel, kendaraan, peralatan, hingga simbol-simbol misinya. 

Penghentian kehadiran MINURSO diperkirakan berlangsung dalam beberapa hari mendatang. Pemerintah Maroko juga menyebut keputusan itu menutup perjalanan misi PBB yang telah berlangsung selama 35 tahun.

Kerajaan menilai keberadaan MINURSO selama ini telah menjadi instrumen internasionalisasi sengketa regional terkait klaim Maroko atas wilayah Sahara.

Lebih jauh, Maroko berharap keputusan tersebut turut mengakhiri pembahasan rutin Dewan Keamanan PBB mengenai Sahara Barat, termasuk laporan berkala Sekretaris Jenderal PBB dan pengarahan utusan pribadinya. 

Pemerintah Maroko menilai proses politik PBB selama ini terhambat oleh sikap sejumlah pihak yang dinilai mempertahankan kebuntuan dan status quo.

Meski menyambut positif perkembangan tersebut, Maroko menegaskan tetap berkomitmen menjaga gencatan senjata dengan menghormati integritas teritorial, keamanan nasional, dan ketenteraman masyarakatnya. 

Upaya diplomatik yang digagas Raja Mohammed VI juga akan terus dilanjutkan di tingkat bilateral dan regional. Maroko mengklaim lebih dari dua pertiga negara anggota PBB, termasuk anggota tetap Dewan Keamanan dan sejumlah kekuatan dunia, telah mendukung otonomi Sahara Barat di bawah kedaulatan Maroko sebagai satu-satunya kerangka penyelesaian sengketa tersebut.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya