Berita

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth (Foto: X)

Global

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

MINGGU, 18 OKTOBER 2026 | 17:26 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth melontarkan ultimatum keras kepada Iran untuk meninggalkan ambisi nuklirnya melalui kesepakatan diplomatik atau menghadapi kehancuran akibat serangan militer. 

Peringatan itu disampaikan Hegseth saat berbicara di hadapan para kadet Korps Pelatihan Perwira Cadangan (ROTC) dan calon personel militer di Universitas Tennessee, pada Sabtu waktu setempat, 17 Oktober 2026.

Dia menegaskan Iran tidak memiliki banyak waktu untuk menentukan pilihan antara berunding atau menghadapi konsekuensi militer dari AS.


“Iran akan segera dihadapkan pada pilihan apakah mereka akan menyerahkan hal-hal tersebut di meja perundingan atau menghadapi kehancuran yang dapat dan akan ditimbulkan Amerika dengan cepat jika perlu,” tegasnya.

Hegseth menuduh Teheran membangun persenjataan rudal konvensional dalam jumlah besar untuk menangkal kemungkinan serangan militer, sembari terus mengejar ambisi nuklirnya. 

Menurutnya, kekuatan militer AS menjadi instrumen penting untuk menekan negara-negara yang dianggap sebagai ancaman agar bersedia berunding.

Dia juga menuding Iran mendanai kelompok-kelompok yang disebut Washington sebagai proksi, termasuk Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman. 

“Iran mendanai kelompok proksi di Hizbullah, mendanai kelompok proksi di Houthi di Yaman,” kata Hegseth.

Menteri Pertahanan AS itu menambahkan, pihaknya berupaya mencegah serangan terhadap pasukannya dan kapal-kapal yang melintasi jalur pelayaran strategis.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya