Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

Politik

Pertemuan 800 Pati TNI-Polri di Istana Perkuat Konsolidasi Prabowo

SENIN, 12 OKTOBER 2026 | 13:14 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan 800 perwira tinggi (Pati) TNI dan Polri di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu 7 Oktober 2026 memiliki arti strategis dalam memperkuat konsolidasi pemerintahan sekaligus membaca peta pengaruh politik di sekitar Istana.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai pertemuan tersebut memperlihatkan upaya Prabowo memperkuat koordinasi langsung dengan pimpinan tertinggi institusi pertahanan dan keamanan nasional.

Menurut Amir, kehadiran ratusan perwira tinggi TNI-Polri dalam satu forum menjadi sinyal penting mengenai posisi Presiden dalam mengonsolidasikan institusi negara.


“Pertemuan 800 perwira tinggi TNI-Polri ini menunjukkan bahwa Prabowo sedang memperkuat konsolidasi pemerintahannya," kata Amir, dikutip Senin 12 Oktober 2026. 

Dalam perspektif intelijen, kata Amir, pertemuan seperti ini bukan hanya agenda seremonial, melainkan juga sarana membangun komunikasi, menyamakan persepsi, dan memperkuat koordinasi dengan pimpinan institusi strategis negara.

Ia menilai soliditas TNI-Polri menjadi salah satu faktor penting bagi Prabowo dalam menjaga stabilitas pemerintahan di tengah dinamika politik nasional.

Amir juga menyoroti kehadiran Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam pertemuan tersebut. Suyudi baru dilantik pada 1 Oktober 2026 sehingga keterlibatannya dinilai menjadi bagian penting dari konsolidasi kepemimpinan Polri dengan Presiden dan TNI.

Amir mengaitkan konsolidasi TNI-Polri dengan dinamika pengaruh kelompok politik di sekitar pusat kekuasaan, termasuk kelompok yang kerap disebut sebagai “Geng Solo”.

Istilah tersebut dalam perbincangan politik biasanya merujuk pada lingkaran politik yang diasosiasikan dengan Presiden ke-7 Joko Widodo dan sejumlah orang dekatnya.

Menurut Amir, pertemuan Prabowo dengan ratusan perwira tinggi dapat dibaca sebagai upaya Presiden memperkuat posisi kepemimpinannya sendiri dalam menjalankan pemerintahan.

“Kalau kita melihat dari perspektif intelijen dan geopolitik, pertemuan ini menunjukkan pentingnya konsolidasi Prabowo dengan institusi pertahanan dan keamanan," pungkas Amir.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

UPDATE

Bareskrim Gerebek 9 Lokasi Rawan Narkoba di Sumut, Puluhan Pengedar dan Pemakai Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:28

Pasar Serdang Kemayoran Segera Direvitalisasi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:15

Hadiah Bibit Korupsi

Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01

Aparat Usut Dugaan Investasi Emas Bodong Rp25 Miliar yang Seret Sejumlah Artis

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:55

Putusan MK soal Gibran Bergulir ke Ranah Politik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:39

Karhutla Belum Tuntas, Pemerintah Kaji Langkah Penanganan Terbaik

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:34

Kemenhub Catat 1.673 Penerbangan Terdampak Karhutla: 907 Batal

Senin, 12 Oktober 2026 | 11:17

Radja Nainggolan Ungkap Penyesalan Besar Belum Pernah Bela Timnas Indonesia

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Trump Pertimbangkan Bantu Arab Saudi Perangi Houthi

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:48

Selengkapnya