Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan 800 perwira tinggi (Pati) TNI dan Polri di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu 7 Oktober 2026 memiliki arti strategis dalam memperkuat konsolidasi pemerintahan sekaligus membaca peta pengaruh politik di sekitar Istana.
Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai pertemuan tersebut memperlihatkan upaya Prabowo memperkuat koordinasi langsung dengan pimpinan tertinggi institusi pertahanan dan keamanan nasional.
Menurut Amir, kehadiran ratusan perwira tinggi TNI-Polri dalam satu forum menjadi sinyal penting mengenai posisi Presiden dalam mengonsolidasikan institusi negara.
“Pertemuan 800 perwira tinggi TNI-Polri ini menunjukkan bahwa Prabowo sedang memperkuat konsolidasi pemerintahannya," kata Amir, dikutip Senin 12 Oktober 2026.
Dalam perspektif intelijen, kata Amir, pertemuan seperti ini bukan hanya agenda seremonial, melainkan juga sarana membangun komunikasi, menyamakan persepsi, dan memperkuat koordinasi dengan pimpinan institusi strategis negara.
Ia menilai soliditas TNI-Polri menjadi salah satu faktor penting bagi Prabowo dalam menjaga stabilitas pemerintahan di tengah dinamika politik nasional.
Amir juga menyoroti kehadiran Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam pertemuan tersebut. Suyudi baru dilantik pada 1 Oktober 2026 sehingga keterlibatannya dinilai menjadi bagian penting dari konsolidasi kepemimpinan Polri dengan Presiden dan TNI.
Amir mengaitkan konsolidasi TNI-Polri dengan dinamika pengaruh kelompok politik di sekitar pusat kekuasaan, termasuk kelompok yang kerap disebut sebagai “Geng Solo”.
Istilah tersebut dalam perbincangan politik biasanya merujuk pada lingkaran politik yang diasosiasikan dengan Presiden ke-7 Joko Widodo dan sejumlah orang dekatnya.
Menurut Amir, pertemuan Prabowo dengan ratusan perwira tinggi dapat dibaca sebagai upaya Presiden memperkuat posisi kepemimpinannya sendiri dalam menjalankan pemerintahan.
“Kalau kita melihat dari perspektif intelijen dan geopolitik, pertemuan ini menunjukkan pentingnya konsolidasi Prabowo dengan institusi pertahanan dan keamanan," pungkas Amir.