Berita

Produksi garam merah putih Koperasi Produsen Tahu Tempe dan Garam Indonesia Nanga Tolo Sia di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Foto: Dokumentasi KKP)

Mikro

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

SENIN, 12 OKTOBER 2026 | 01:35 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kementerian Kelautan dan Perikanan terus mendorong penguatan usaha pergaraman masyarakat melalui peningkatan kapasitas produksi dan pengolahan garam bernilai tambah. 

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui dukungan kepada Koperasi Produsen Tahu Tempe dan Garam Indonesia Nanga Tolo Sia di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang berhasil memproduksi Garam Merah Putih Bima untuk bersaing di pasar lokal maupun nasional.

Merek garam Merah Putih Bima yang baru diluncurkan baru-baru ini, telah memenuhi sejumlah persyaratan dan perizinan sebelum dipasarkan, termasuk sertifikasi halal, izin edar BPOM, dan perizinan usaha. 


“KKP akan terus mendukung usaha-usaha pergaraman masyarakat sehingga tidak hanya kuat di hulu, tapi juga mampu mengolah produksinya menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi. Kami mengupayakan keberhasilan ini tidak hanya di Bima, tapi wilayah-wilayah lain di Indonesia karena ini juga menjadi bagian dalam mendukung pencapaian target swasembada garam di tahun 2027,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta, Minggu, 11 Oktober 2026.

Koperasi Nanga Tolo Sia sebelumnya telah menerima hibah berupa sarana pabrik garam beserta washing plant dari Direktorat Sumber Daya Kelautan KKP pada tahun 2024. Bantuan hibah ini dirancang untuk mendorong optimalisasi pengolahan garam lokal agar mampu menghasilkan garam berkualitas tinggi yang memenuhi standar industri maupun konsumsi nasional.

Selain bantuan fasilitas, KKP melalui Balai Besar Produksi Garam dengan wilayah kerja meliputi NTT, NTB, Bali, dan Jawa Timur juga siap memberikan pendampingan kepada petambak dan pengurus koperasi, baik dalam aspek peningkatan kompetensi sumber daya manusia, teknik produksi, pengolahan maupun pengelolaan usaha.

Kepala Balai Besar Pengelolaan Garam KKP Muhammad Zaki Mahasin menambahkan pentingnya strategi pemasaran yang kuat untuk memastikan keberlanjutan usaha koperasi. Menurutnya, pengembangan usaha perlu disertai kepastian pasar untuk berbagai produk garam, mulai dari garam olahan, garam olahan beryodium hingga garam krosok.

"Koperasi harus memastikan pasar garam ada tiga, yaitu garam olahan, garam olahan beryodium dan krosok, masing-masing harus ada marketnya, sehingga anggota koperasi pun harus punya tim marketing untuk mencari target pasar agar sustainability ke depan," ujar Zaki.

Sementara itu, Ketua Koperasi Nanga Tolo Sia, Kisman mengatakan, selain memproduksi garam konsumsi, koperasi juga menyediakan jasa pengolahan garam yang dapat dimanfaatkan petambak maupun distributor. Pihaknya pun berkomitmen memperkuat usaha anggotanya melalui peningkatan produktivitas lahan, baik melalui ekstensifikasi, intensifikasi maupun diversifikasi. 

“Koperasi juga mengoptimalkan operasional washing plant tersebut untuk mengolah dan menyerap hasil panen garam petambak lokal,” ungkap Kisman. 

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Bima, produksi garam pada 2025 mencapai sekitar 1.200 ton dengan luas lahan garam sekitar 1.600 hektare. Keberadaan pabrik garam yang digerakkan oleh koperasi membuat produk garam halus dari Bima dapat masuk ke rantai pasok kebutuhan konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan industri, sekaligus memperkuat posisi petambak garam.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya