Berita

Ilustrasi

Bursa

Harga Emas Pulih, Terdongkrak Kekhawatiran Lonjakan Utang Pemerintah AS

JUMAT, 09 OKTOBER 2026 | 07:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pergerakan harga emas kembali menanjak, pulih dari titik terendahnya dalam kurun waktu dua bulan yang tercatat pada sesi sebelumnya. 

Sentimen pasar dipengaruhi oleh keraguan terhadap arah suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), yang dibayangi oleh kekhawatiran atas lonjakan utang pemerintah setempat.

Berdasarkan laporan Reuters, emas spot tercatat naik 0,4 persen menjadi 4.126,78 Dolar AS per ons pada Jumat dini hari, 9 Oktober 2026. Sehari sebelumnya, harga sempat merosot ke level terendahnya sejak 5 Agustus akibat tekanan dari penguatan dolar AS serta imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury).


Di sisi lain, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman bulan Desember turut mencatatkan lonjakan sebesar 0,4 persen, ditutup pada posisi 4.157 Dolar AS per ons.

Sementara itu, nilai tukar Dolar AS beserta imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun terpantau stabil di level tinggi selama dua hari berturut-turut. 

Berdasarkan risalah rapat The Fed bulan lalu, para pengambil kebijakan tampak terbelah dalam menyikapi alasan kenaikan suku bunga. Sebagian pejabat memandang penyesuaian suku bunga penting guna meredam gejolak harga energi serta komoditas lain, sementara faksi yang lebih hawkish menilai langkah tersebut mendesak demi menangkal ancaman inflasi berbasis permintaan. 

Gubernur The Fed, Christopher Waller, pada hari Kamis menyampaikan bahwa tambahan kenaikan suku bunga kemungkinan masih diperlukan. Meski demikian, ia menekankan adanya fleksibilitas dalam hal kecepatan pengetatan serta membuka peluang bagi bank sentral untuk mempertahankan suku bunga pada bulan Oktober.

Mengacu pada instrumen FedWatch Tool milik CME Group, ekspektasi pelaku pasar terhadap probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Oktober berada di angka 17 persen. Adapun peluang kenaikan pada bulan Desember melonjak hingga mencapai 81 persen. Perlu dicatat, lingkungan suku bunga yang tinggi biasanya mengurangi daya tarik logam mulia karena instrumen ini tidak memberikan imbal hasil.

Dari kancah global, faktor risiko geopolitik turut membayangi perhatian investor. Kapal-kapal tanker menghadapi potensi ancaman serta intimidasi yang lebih besar ketika melintasi jalur pengiriman vital di Selat Hormuz, menyusul peringatan tegas Iran untuk menutup jalur yang tidak mengantongi izin resmi.

Kinerja serupa juga dialami oleh komoditas logam mulia lainnya. Harga perak spot mengalami koreksi tajam sebesar 1,9 persen ke level 58,98 Dolar AS per ons. Sebaliknya, platinum mendaki 0,1 persen menjadi 1.637,41 Dolar AS, dan paladium menguat tipis 0,1 persen ke posisi 1.126 Dolar AS per ons.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Subsidi Biaya Haji 2027 jadi Kabar Baik bagi Calon Jemaah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:30

Hanya PDIP Berani secara Vulgar Menyerang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 04:07

Sangat Aneh Parpol di DPR Tidak Tegas soal Putusan MK terkait Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:41

Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri: Kekuatan Harus Berujung Rasa Aman Rakyat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:30

Suyudi Bakal Bawa Korps Bhayangkara Makin Profesional

Jumat, 09 Oktober 2026 | 03:10

Komisi I DPR Usul Dua Rekomendasi soal Status Kavling TNI AL Pangkalan Jati

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:46

Soal Putusan MK, Jokowi-Gibran sedang Menuai Hasil

Jumat, 09 Oktober 2026 | 02:01

PPTQ Al-Ghozali Majalengka Pastikan Isu Perundungan Hoaks

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:26

AHDAA Raih Penghargaan Indonesia Halal Awards 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 | 01:09

Industri Percetakan Butuh Kolaborasi Lintas Kementerian

Jumat, 09 Oktober 2026 | 00:36

Selengkapnya