Berita

Presiden ke-7 Joko Widodo, Presiden Prabowo Subianto, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Didik J. Rachbini Sebut Shadow Politics Jokowi Harus Diakhiri

RABU, 07 OKTOBER 2026 | 12:45 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menilai praktik shadow politics (politik bayangan) perlu dihentikan demi menjaga kesehatan sistem presidensial di Indonesia.

Istilah tersebut digunakannya untuk menggambarkan dugaan penggunaan pengaruh politik informal oleh mantan penguasa terhadap pemerintahan yang sedang berjalan. Menurut Didik, seorang mantan presiden semestinya tidak membangun kekuasaan informal yang dapat memengaruhi proses pengambilan keputusan dari luar struktur formal.

“Adanya hantu kekuasaan atau politik bayangan muncul ketika masih ada kaki tangan atau orang-orang tertentu di dalam sistem yang ditempatkan pada posisi strategis,” ujar Didik kepada Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Rabu 7 Oktober 2026. 


Ia memandang kondisi demikian dapat menciptakan dualisme kekuasaan: satu kekuasaan berada dalam struktur pemerintahan formal, sementara pengaruh lainnya bekerja secara informal dari luar.

Didik mengaitkan analisis tersebut dengan perubahan komposisi pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini. 

Pada 1 Oktober 2026, Presiden Prabowo melantik sejumlah menteri, wakil menteri, serta kepala lembaga baru. Pada hari yang sama, Prabowo juga melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri.

Namun, tidak terdapat keterangan resmi dari pemerintah yang menyatakan bahwa pergantian tersebut dilakukan untuk menghapus pengaruh politik mantan Presiden Joko Widodo. Oleh karena itu, klaim mengenai adanya shadow politics Jokowi murni merupakan analisis dan penilaian politik dari Didik, bukan fakta hukum ataupun pernyataan resmi pemerintah.

Meski demikian, Didik berpendapat bahwa perombakan kabinet (reshuffle) tersebut dapat menjadi momentum untuk memastikan seluruh kekuasaan eksekutif berada di bawah kendali presiden yang sedang menjabat.

“Sekarang setelah reshuffle, sistem presidensial menjadi lebih sehat. Kekuasaan eksekutif sepenuhnya berada di tangan presiden yang menjabat,” ujarnya.

Ia menambahkan, akuntabilitas pemerintahan akan kabur apabila terdapat pusat pengaruh informal yang bekerja di luar struktur konstitusional.

“Intervensi dari luar sistem melalui kaki tangan di dalam kekuasaan harus dihilangkan karena dapat menciptakan dualisme kepemimpinan,” pungkas Didik.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya