Berita

Timnas Indonesia resmi menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026. (Foto: Istimewa)

Sepak Bola

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

RABU, 07 OKTOBER 2026 | 00:34 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Timnas Indonesia resmi menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui drama adu penalti dengan skor 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada Senin malam, 5 Oktober 2026.

Sementara selama ikut serta dalam Piala AFF atau Kejuaraan ASEAN sejak 1996 di Singapura, Timnas Indonesia justru belum pernah mengangkat trofi.

Timnas Indonesia tercatat cuma menjadi runner-up Piala AFF sebanyak 6 kali.


FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri berbeda dengan Piala AFF. Bukan cuma penyelenggaranya, tetapi juga total hadiah dan pengaruhnya untuk ranking FIFA.

FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF diketahui merupakan dua turnamen sepak bola untuk negara-negara kawasan Asia Tenggara yang diselenggarakan oleh dua pihak berbeda dengan ketentuan dan format berbeda pula.

Piala AFF dikelola oleh Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF). Ajang ini sudah berlangsung sejak 1996 dengan nama Piala Tiger. Piala AFF sudah berjalan 16 edisi dengan Thailand sebagai juara terbanyak sejumlah tujuh gelar.

Sebaliknya, FIFA ASEAN Cup diinisiasi dan diselenggarakan langsung oleh FIFA. Turnamen pada 2026 ini merupakan edisi pertama.

Peserta FIFA ASEAN Cup tidak terbatas pada anggota AFF saja, tetapi juga melibatkan negara undangan. Untuk edisi pertama ini, ada 3 negara yang diundang, yaitu Hong Kong, Bangladesh, dan Pakistan. Ini berbeda dengan Piala AFF yang murni diisi negara Asia Tenggara.

Dari segi format kompetisi, keduanya pun berbeda. Piala AFF menggunakan sistem penyisihan grup yang dilanjutkan dengan babak gugur. 

Babak semifinal dan final turnamen ini dimainkan dalam dua leg, dengan konsep kandang dan tandang. Semua peserta dari kawasan Asia Tenggara berkompetisi dalam satu tingkatan turnamen yang sama.

Sementara itu, FIFA ASEAN Cup 2026 mengusung struktur kompetisi yang terbagi menjadi dua divisi (Divisi 1 dan Divisi 2) yang ditujukan untuk mengakomodasi negara anggota AFF beserta negara undangan (wildcard).

Divisi 1 diisi oleh tim-tim bertengger di peringkat atas kawasan ASEAN beserta undangan yang bertanding memperebutkan gelar juara utama turnamen. 

Sedangkan Divisi 2 diperuntukkan bagi negara-negara dengan peringkat lebih rendah serta tim undangan untuk menentukan juara divisi tersebut.

Selain itu, rangkaian FIFA ASEAN Cup masuk dalam kalender resmi FIFA Matchday. Ini artinya, pengaruh hasil pertandingan turnamen itu terhadap perolehan poin ranking FIFA lebih besar daripada Piala AFF yang digelar di luar kalender resmi FIFA.

Karena diselenggarakan langsung oleh FIFA dan masuk dalam kalender FIFA pula, pertandingan FIFA ASEAN Cup punya bobot koefisien pertandingan persahabatan internasional, meski tidak sebanyak kompetisi kontinental.

Sementara itu, Piala AFF dikategorikan sebagai pertandingan persahabatan di luar kalender internasional resmi FIFA. Oleh karena itu, bobot pengalinya lebih kecil sehingga dampaknya minimal terhadap pergerakan posisi di peringkat dunia FIFA.

Dari segi komposisi skuad, karena FIFA ASEAN Cup digelar dalam agenda kalender FIFA, peluang sebuah timnas diperkuat oleh pemain utama lebih besar daripada Piala AFF.

Sebagai contoh, Timnas Indonesia. Dalam ASEAN Championship 2026, Garuda tidak diperkuat Maarten Paes, Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Elkan Baggott, Ole Romeny, hingga Justin Hubner. Sebaliknya, nama-nama tersebut tampil di FIFA ASEAN Cup, kecuali Idzes yang cedera.

Dari segi hadiah, FIFA ASEAN Cup 2026 juga terbilang lebih besar dibandingkan Piala AFF 2026. 

Dalam rencana awal, juara Divisi 1 pada turnamen besutan FIFA itu diperkirakan akan mendapatkan hadiah 650.000 dolar AS atau sekitar Rp11,8 miliar. Sementara itu, juara Divisi 2, yang sudah dipastikan adalah Hong Kong memperoleh 300.000 dolar AS atau Rp5,4 miliar.

Sementara itu, di Piala AFF 2026, tim yang berhasil menjadi juara berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 500 ribu dolar AS.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya