Berita

Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

RABU, 23 SEPTEMBER 2026 | 17:09 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pembenahan keselamatan transportasi laut dinilai membutuhkan sistem dan roadmap yang jelas agar kecelakaan kapal tidak terus berulang.

Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi mengatakan, pembenahan sektor pelayaran tidak cukup hanya mengandalkan pergantian pejabat maupun peningkatan kesejahteraan. Menurutnya, diperlukan pembenahan sistem secara menyeluruh dan bertahap.

Legislator Nasdem ini membandingkan kondisi tersebut dengan perkembangan sistem perkeretaapian di Indonesia yang menurutnya telah mengalami perubahan dalam tata kelola, pelayanan, hingga fasilitas.


“Dulu orang barang-barangnya, kemudian di keretanya. Bukan cuma orang naik di atapnya, tapi naik di lokomotif, di toilet dan sempit-sempitan,” kata Mori melalui keterangannya, Rabu, 23 September 2026. 

Menurutnya, kondisi perkeretaapian kemudian berubah melalui pembenahan yang dilakukan secara bertahap. Standar pelayanan, pengaturan penumpang, hingga fasilitas stasiun kini lebih tertata.

“Sekarang kereta yang paling sederhana saja, itu ada hasilnya. Rapi, stasiunnya bagus,” ujarnya.

Pola pembenahan serupa, kata Mori, perlu diterapkan dalam sektor pelayaran. Agenda perbaikan harus dibuat terukur, mulai dari keselamatan kapal, pengawasan penumpang, validitas manifes, kesiapan peralatan pencarian dan pertolongan, hingga penanganan kapal yang mengalami kecelakaan.

Persoalan keselamatan juga terlihat dalam penanganan korban kapal tenggelam. Mori menyebut sekitar 120 orang masih belum dapat dievakuasi karena posisi kapal yang terbalik sehingga menyulitkan tim SAR melakukan manuver.

“Basarnas sudah tidak bisa masuk karena tidak ada ruang manuver lagi untuk mengambil. Keluarnya surat dari Basarnas meminta kementerian untuk melakukan salvage atau mengubah posisi kapal,” jelasnya.

Menurut Mori, perubahan posisi kapal diperlukan agar tim penyelamat kembali memiliki ruang untuk melakukan pencarian.

“Kalau tidak diubah, tidak ada ruang manuver tim penyelamat. Walaupun hari ini ditambah lagi tim, tetap sulit untuk diperbaiki,” ungkap dia.

Kapal yang tenggelam tersebut juga disebut mengganggu alur pelayaran. Sekitar 60 kapal telah mendapat pemberitahuan untuk menyesuaikan jalur karena keberadaan kapal tenggelam tersebut.

Mori menilai pembenahan keselamatan harus memiliki tahapan yang jelas, bukan sekadar dilakukan setelah kecelakaan terjadi.

Ia menegaskan persoalan keselamatan tidak semata-mata dapat diselesaikan dengan meningkatkan kesejahteraan pegawai. Kepatuhan terhadap regulasi, integritas operator, pengawasan, serta penegakan sanksi juga menjadi bagian dari sistem keselamatan transportasi.

Karena itu, ia mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan pelayaran dengan pembenahan yang dilakukan secara bertahap.

“Ini nggak cukup Dirjen yang perbaiki, terkadang Dirjen itu cuma gimmick saja,” tutupnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

KPK Terbitkan Sprindik Baru Terkait TPPU Wali Kota Madiun Maidi

Rabu, 23 September 2026 | 18:27

Pemerintah Sediakan Pendidikan Gratis Mulai TK hingga SMA Lewat Dana BOS

Rabu, 23 September 2026 | 18:19

IHSG-Rupiah Kompak Parkir di Zona Hijau Usai BI Tahan Suku Bunga

Rabu, 23 September 2026 | 17:58

Beli Tiket MotoGP Indonesia 2026 via wondr by BNI Diskon hingga Rp300 Ribu

Rabu, 23 September 2026 | 17:41

Anggota DPRD Hingga Petinggi LSM Diperiksa KPK dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 23 September 2026 | 17:38

Prabowo Bentuk Tim Khusus Kaji Rencana Gratiskan Kuliah di PTN

Rabu, 23 September 2026 | 17:34

Bos BI Ungkap Investasi Asing Masuk RI Rp7,1Triliun, Ditopang SBN

Rabu, 23 September 2026 | 17:18

Legislator Nasdem Dorong Pembenahan Pelayaran, Belajar dari Kereta Api

Rabu, 23 September 2026 | 17:09

Pemerintah Bisa Lebih Repot Bila Daya Beli Kelas Menengah Terus Tertekan

Rabu, 23 September 2026 | 17:01

Prabowo Pantau Karhutla Sumatra-Kalimantan, 209,78 Hektare Masih Dipadamkan

Rabu, 23 September 2026 | 16:52

Selengkapnya