Berita

Kolase Nusron Wahid dan Ahmad Doli Kurnia. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

MINGGU, 20 SEPTEMBER 2026 | 05:26 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Presiden Prabowo Subianto diharapkan mengambil langkah tegas dengan mencopot Nusron Wahid dari jabatan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) demi menyelamatkan marwah pemerintah. 

Hal itu disampaikan Ketua Umum Gerakan Muda (Gema) Nasional Eko Saputra menyusul perkembangan penyidikan KPK terkait dugaan korupsi di lingkungan ATR/BPN. 

“KPK telah menetapkan sejumlah tersangka dalam perkara tersebut dan menyebut beberapa di antaranya diduga merupakan orang kepercayaan Nusron Wahid. Namun, hingga saat ini Nusron Wahid sendiri belum ditetapkan sebagai tersangka,” kata Eko dalam pesan elektronik kepada RMOL di Jakarta, Minggu, 20 September 2026.


Menurut dia, presiden perlu memastikan tata kelola pemerintahan tetap berjalan dengan baik, menjaga kepercayaan publik, serta memberikan ruang sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk mengusut perkara tersebut secara transparan dan profesional.

“Kami meminta Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi dan mencopot Nusron Wahid dari jabatan Menteri ATR/BPN. Ini bukan berarti Gema Nasional menghakimi proses hukum yang sedang berjalan, tetapi merupakan tuntutan politik agar pemerintahan tetap menjaga kredibilitas, efektivitas, dan kepercayaan publik,” jelasnya.

Gema Nasional juga mengusulkan politikus Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung untuk dipertimbangkan sebagai salah satu calon pengganti Nusron Wahid.

Eko menilai Ahmad Doli Kurnia memiliki pengalaman politik dan pemerintahan yang relevan. Saat ini Doli merupakan Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan anggota Komisi II DPR RI yang selama ini berkaitan dengan bidang pemerintahan dalam negeri, pertanahan, dan sektor terkait.

Menariknya, Ahmad Doli Kurnia sendiri telah menyatakan bahwa Partai Golkar tetap menghormati proses hukum KPK dan meminta agar dugaan keterlibatan pihak-pihak terkait dibuktikan melalui proses hukum. Doli juga mendorong Nusron memberikan klarifikasi kepada publik apabila merasa tidak terlibat dalam perkara tersebut.

“Kami menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada KPK. Tetapi dalam konteks pemerintahan, Presiden memiliki kewenangan untuk melakukan evaluasi terhadap menteri. Karena itu, kami meminta Presiden tidak menunggu persoalan ini semakin berkembang dan segera mengambil keputusan politik yang diperlukan,” tegas Eko.

Ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi harus dilakukan secara objektif, transparan, dan berdasarkan bukti serta ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami tidak ingin proses hukum dicampuradukkan dengan kepentingan politik. Tetapi pemerintahan juga harus tetap berjalan dengan standar integritas dan akuntabilitas yang tinggi. Karena itu, evaluasi terhadap Menteri ATR/BPN perlu dilakukan,” tandasnya.

Sekretaris Jenderal Golkar Sarmuji sebelumnya mengatakan bahwa Nusron telah menyampaikan pengunduran dirinya secara langsung kepada Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.

Hanya saja, Sarmuji mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan Nusron memilih mundur dari kepengurusan Partai Golkar.

Ia hanya memastikan sampai saat ini Nusron tetap berstatus sebagai anggota Partai Golkar.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya