Berita

Sosialisasi yang dilakukan oleh jajaran Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri terkait bahaya radikalisme terhadap siswa sekolah (Foto: Dok Istimewa)

Presisi

Densus 88 Dukung Kebijakan Kemenag Batasi Penggunaan Gawai Cegah Radikalisme

SENIN, 21 SEPTEMBER 2026 | 10:43 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri memberikan dukungan penuh terhadap Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Nomor 19 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan di bawah naungan Kemenag, yang ditetapkan pada 31 Agustus 2026.

Juru Bicara Densus 88 Antiteror, Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk membentengi generasi muda dari paparan infiltrasi terorisme dan ekstremisme di ruang digital.

"Densus 88 Antiteror berdiri bersama Kemenag RI dan mendukung total diterbitkannya SE Nomor 19 Tahun 2026 ini. Langkah tegas ini sangat krusial untuk memutus mata rantai propaganda serta rekrutmen radikalisme dan ekstremisme yang kini masif menyasar anak-anak lewat media sosial," ujar Mayndra kepada wartawan, Minggu 20 Septembr 2026.


Mayndra menambahkan, aturan ini menjadi wujud keseriusan pemerintah dalam memitigasi risiko terorisme sejak dini, mengingat kelompok radikal kerap memanfaatkan internet dan media sosial untuk melakukan indoktrinasi intensif. Ia lantas berkaca pada kasus sebelumnya, seperti insiden di SMAN 72 Jakarta Utara, yang menjadi alarm keras atas bahaya nyata infiltrasi digital.

"SE ini memperkuat kolaborasi lintas sektor antara Polri dan pemerintah untuk mempersempit ruang gerak radikalisme di institusi pendidikan. Kita tidak boleh kecolongan lagi," tegasnya.

Selain aspek keamanan, regulasi ini juga dinilai dapat mengembalikan peran vital orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak di rumah. Pembatasan gawai di lingkungan sekolah dan rumah diyakini mampu menghidupkan kembali interaksi sosial yang sehat, seperti memperbanyak waktu bersama keluarga, berolahraga, maupun berinteraksi dengan teman sebaya.

Sebelumnya, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin menekankan bahwa kebijakan tersebut tidak bertujuan menjauhkan siswa dari kemajuan teknologi, melainkan membentuk ekosistem digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.

“Kita tidak ingin menjauhkan anak-anak dari teknologi. Yang ingin kita bangun adalah kemampuan menggunakan teknologi secara sehat, aman, bijaksana, dan bertanggung jawab. Gawai tetap menjadi sarana pembelajaran, tetapi penggunaannya harus terarah,” jelas Kamaruddin.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya