Berita

Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (Foto: RMOL)

Politik

Celios Minta Menkeu Suahasil Tidak Tutupi Masalah di Bea Cukai

MINGGU, 20 SEPTEMBER 2026 | 17:00 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Menteri Keuangan Suahasil Nazara diminta tidak menutup-nutupi persoalan yang terjadi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), termasuk dugaan korupsi yang menyeret sejumlah pejabatnya.

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan, pembenahan Bea Cukai harus dilakukan secara terbuka dan menyeluruh, bukan hanya dengan menonjolkan keberhasilan penindakan terhadap rokok ilegal.

"Jika ada yang bermain, tidak perlu disembunyikan, segera ungkap ke publik, masukkan ke penjara. Tidak perlu dibesarkan di media, tanpa ada kejelasan siapa yang bermain, dan segera pecat dengan tidak hormat," ujar Huda kepada Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Minggu, 20 September 2026.


Sorotan Huda salah satunya berkaitan dengan kasus suap importasi PT Blueray Cargo. Dalam persidangan, nama Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama disebut menerima uang Rp21 miliar dari pemilik Blueray Cargo John Field.

Majelis hakim juga menyatakan penerimaan tersebut berlangsung dalam tujuh kali pemberian sejak Juli 2025 hingga Januari 2026.

Menurut Huda, persoalan tersebut semestinya menjadi bagian dari evaluasi internal DJBC di bawah kepemimpinan Suahasil.

"Tidak boleh ada orang yang bisa kebal hukum di Indonesia, termasuk Dirjen Bea Cukai jika memang terbukti bersalah. Ini adalah bentuk pembenahan dari internal DJBC yang seharusnya dilakukan," tegasnya.

Huda menilai persoalan di Bea Cukai bukan perkara yang muncul sekali dua kali, melainkan telah berulang dan bahkan masuk ke proses hukum.

Karena itu, dia meminta Suahasil tidak sekadar memberikan pembelaan terhadap jajaran Bea Cukai, tetapi mengambil langkah tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

"Bea Cukai ini dari dahulu dikenal sarang koruptor. Jika tidak berbenah, bisa melakukan pembekuan sementara instansi Bea Cukai," pungkas Huda.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya