Berita

Reuni dan Silaturahmi 36 Tahun Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika). (Foto: RMOL/Ahmad Satrio)

Politik

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

MINGGU, 20 SEPTEMBER 2026 | 08:49 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Siklus pemerintahan lima tahunan perlu dijaga agar demokrasi Indonesia tidak terus mengalami gejolak politik yang berulang.

Pendiri sekaligus Ketua pertama Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika), Bursah Zarnubi menyampaikan pandangan tersebut dalam Reuni dan Silaturahmi 36 Tahun Humanika di Cerita Rasa Nusantara, Cilandak, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Bursah meminta seluruh pihak memberi ruang kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjalankan mandat pemerintahan hingga tuntas.


"Pak Prabowo kan mesti dua periode gitu loh maksudnya. Dan ini mesti kita dukung, enggak boleh kita jatuhkan sebelum dia berhasil. Jadi bagi orang-orang yang mau jatuhkan tuh agak sabarlah sedikit," kata Bursah dikutip redaksi pada Minggu, 20 September 2026.

Menurut Bursah, pergantian kekuasaan tidak semestinya berlangsung melalui gejolak yang membuat pemerintahan terus jatuh bangun. Kondisi tersebut dinilainya dapat mengganggu konsolidasi demokrasi.

"Minimal siklus 5 tahun itu dijagalah ya. Kita mesti siklus 5 tahun mesti dipertahankan. Nggak boleh jatuh bangun, jatuh bangun, demokrasi nanti rusak," tegasnya.

Bursah yang kini menjabat Bupati Lahat sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) mengatakan, Humanika tetap menempatkan demokrasi dan konstitusi sebagai bagian penting dari gerakan organisasi.

Hal tersebut tidak terlepas dari sejarah Humanika yang berdiri pada 1990, ketika aktivisme mahasiswa berada di tengah tekanan kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) era Orde Baru.

Wakil Ketua Dewan Pembina Humanika sekaligus Ketua Umum kedua, Andrianto menambahkan, organisasi tersebut pada awalnya berkembang dari kelompok studi intelektual. Dalam perjalanan berikutnya, Humanika terlibat dalam dinamika gerakan yang turut mengantarkan Reformasi 1998.

"Gerakan '98 itu tidak bisa dikatakan gerakan murni dari teman-teman '98 saja. Kini Humanika senantiasa hadir mengawal dan mendukung tegaknya konstitusi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto," ujar Andrianto.

Menurut Andrianto, perjalanan Reformasi merupakan rangkaian perjuangan yang telah berlangsung jauh sebelum 1998. Karena itu, regenerasi aktivis menjadi penting agar nilai-nilai perjuangan tersebut tidak terputus.

"Solidaritas, sinergi, kolaborasi" menjadi tema reuni yang mempertemukan aktivis Humanika dari berbagai generasi. Organisasi tersebut juga mengusung tagline #AktivisSepanjangMasa.

Dalam kesempatan itu, Andrianto turut menyinggung sejumlah program pemerintahan Prabowo, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Program tersebut perlu dilihat dalam kerangka pelaksanaan amanat konstitusi, terutama berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Bandit Keuangan Terorganisir

Minggu, 20 September 2026 | 00:02

Perjuangkan Hak Retaker, Willy Aditya: Republik Berdiri dari Tangan Dokter

Sabtu, 19 September 2026 | 23:58

Kemenkeu Tahan SAL Rp200 Triliun di Bank Hingga Juli 2027

Sabtu, 19 September 2026 | 23:32

KSAD Siapkan Helikopter Mi-35M Buatan Rusia untuk Misi Kemanusiaan di Papua

Sabtu, 19 September 2026 | 23:21

Disorot Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari Pengurus Golkar

Sabtu, 19 September 2026 | 22:47

Sektor Pariwisata RI Stagnan, Indonesia Kalah Cepat dari Vietnam

Sabtu, 19 September 2026 | 22:34

Kopasgat dan Satgas Habema Tangkap Pentolan OPM Abdon Kisamdu

Sabtu, 19 September 2026 | 21:56

PP IPA Dukung Prabowo Gratiskan Biaya Pendidikan SD hingga Universitas Negeri

Sabtu, 19 September 2026 | 21:37

Selebgram Jule Tak Jadi Tersangka Meski Konsumsi Etomidate, Ini Penjelasan Polisi

Sabtu, 19 September 2026 | 21:31

Bongkar Praktik Shadow Economy WNA di Bali, Hotel Lokal Terancam Kalah Saing

Sabtu, 19 September 2026 | 20:31

Selengkapnya