Berita

Anggota Komisi IV DPR. Firman Soebagyo. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

DPR Dorong Status Darurat bagi Ancaman Krisis Rabies di Bali

MINGGU, 20 SEPTEMBER 2026 | 03:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Anggota Komisi IV DPR. Firman Soebagyo mengaku terkejut sekaligus prihatin setelah menerima laporan mengenai kondisi penyebaran rabies di Bali dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali serta Kepala Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar.

Laporan tersebut diterima Firman saat melakukan kunjungan kerja reses di Denpasar, Bali, Jumat, 18 September 2026. Ia menyebut situasi rabies di Pulau Dewata sudah berada pada kondisi yang mengkhawatirkan.

"Saya terkejut. Laporan Kadis Pertanian jelas. Populasi anjing liar hampir tidak terkendali. Korban manusia sudah berjatuhan," kata Firman kepada wartawan, Sabtu, 19 September 2026.


Menurut Firman, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 66.760 kasus gigitan anjing di Bali dengan 16 orang meninggal dunia. Sementara itu, di Kota Denpasar hingga September 2026 telah ditemukan delapan kasus positif rabies.

Ia juga menyoroti cakupan vaksinasi yang disebut baru mencapai sekitar 46 persen.

"Ini darurat, bukan biasa," tegasnya.

Firman menilai persoalan tersebut tidak hanya menyangkut kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi berdampak terhadap sektor pariwisata Bali yang menjadi salah satu destinasi utama wisatawan internasional.

"Bali adalah pariwisata dunia, etalase Indonesia. Bayangkan jika ada turis asing yang digigit anjing rabies dan meninggal di Bali. Itu akan mencoreng nama Indonesia di seluruh dunia," ujarnya.

Ia mengingatkan, apabila persoalan rabies tidak segera ditangani secara serius, dampaknya dapat meluas terhadap citra pariwisata Indonesia.

"Travel warning bisa saja keluar. Pariwisata kita yang baru pulih bisa hancur lagi. Pemerintah pusat tidak boleh diam," katanya.

Politikus Partai Golkar tersebut menyebut salah satu persoalan utama penanganan rabies di Bali adalah keterbatasan anggaran, fasilitas, dan sumber daya manusia di tingkat daerah.

Menurut dia, jumlah anjing liar di Bali yang disebut mencapai sekitar 700 ribu ekor membutuhkan penanganan yang terintegrasi dan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah.

Firman juga menyoroti belum optimalnya program penampungan anjing liar yang sebelumnya telah diinstruksikan pemerintah daerah. Program tersebut, kata dia, masih menghadapi kendala anggaran serta penolakan dari kelompok tertentu.

Karena itu, Firman mendesak pemerintah pusat mengambil langkah khusus untuk mempercepat penanganan rabies di Bali.

Firman mengusulkan sedikitnya tiga langkah yang perlu segera dilakukan pemerintah pusat.

Pemerintah diminta mempertimbangkan penetapan Bali sebagai daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies secara terbatas sekaligus menyediakan anggaran khusus untuk penanganannya.

"Jangan bebani APBD Bali saja. Pemerintah pusat harus hadir," tandasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya