Berita

Dr Beginer Subhan. (Foto: Dokumentasi IPB University)

Nusantara

Dosen IPB: Scientific Diving Tidak Boleh Mengganggu Biota Laut

MINGGU, 20 SEPTEMBER 2026 | 02:50 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Tindakan seorang penyelam asing yang diduga membunuh penyu saat berada di bawah air mendapat perhatian dari akademisi sekaligus pegiat lingkungan laut dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Dr Beginer Subhan. 

Ia mengatakan, dalam kegiatan scientific diving, penyelam tidak diperkenankan mengganggu hewan maupun kehidupan laut, terlebih melakukan tindakan yang dapat membahayakan atau membunuh satwa yang dilindungi seperti penyu.

“Prinsip utama yang harus dipahami penyelam adalah saling menghargai sesama makhluk hidup. Penyelam tidak boleh mengganggu aktivitas hewan seperti penyu, pari manta, dan biota laut lainnya,” ucap Beginer dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 19 September 2026.


Ia menegaskan, penyelam tidak diperkenankan menyentuh, mengejar, mengangkat, menunggangi, atau melakukan aktivitas lain yang dapat mengganggu penyu maupun biota laut.

Menurutnya, aspek konservasi dan perlindungan biota laut juga selalu menjadi bagian dalam pelatihan selam. Sebelum melakukan penyelaman, peserta biasanya mendapatkan briefing mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan terhadap biota serta lingkungan laut atau conservation briefing.

“Lingkungan yang sehat dan biota laut yang unik merupakan modal untuk kegiatan penyelaman dan wisata. Mari kita jaga bersama,” ujar sosok instruktur selam bersertifikasi internasional yang kini juga menjabat sebagai Dekan FPIK IPB University.

Ia menambahkan, pemahaman mengenai etika penyelaman penting bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin melakukan aktivitas bawah air. Kegiatan wisata dan penyelaman seharusnya tidak berubah menjadi ancaman bagi keberlangsungan satwa laut.

Terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan penyelam asing di wilayah Indonesia, Dr Beginer mengatakan bahwa tindakan tersebut harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Jika terjadi pelanggaran oleh penyelam asing di Indonesia, maka harus diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. Bisa diberikan denda dan larangan kunjungan ke Indonesia,” jelasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya