Berita

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar saat menghadiri program 1001 Pasar Rakyat i Lapangan Sakura, Kabupaten Bogor, Sabtu 19 September 2026 (Foto: Istimewa)

Bisnis

Menko PM: Bazar Bukan Sekadar Ramai, UMKM Harus Dapat Pasar

SABTU, 19 SEPTEMBER 2026 | 16:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Produk usaha masyarakat tidak cukup hanya dibuat dan dipamerkan. Agar benar-benar mampu mendorong kemandirian ekonomi, pelaku usaha juga membutuhkan akses pasar yang lebih luas.

Hal itu menjadi salah satu fokus kolaborasi Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) dan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) melalui RRI Fest di Lapangan Sakura, Kabupaten Bogor, Sabtu 19 September 2026

Dalam kegiatan tersebut, Kemenko PM menghadirkan program 1001 Pasar Rakyat serta Workshop Optimalisasi Media Sosial untuk Perluasan Pasar. Sebanyak 55 pelaku UMKM terkurasi ambil bagian dalam bazar, sedangkan 100 pelaku UMKM mengikuti workshop untuk memperkuat kapasitas pemasaran.


Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar menilai, kolaborasi pemerintah dengan media harus diarahkan pada kegiatan yang menghasilkan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam membuka pasar bagi produk lokal.

“Kita ingin panggung yang sudah dimiliki media menjadi ruang bertemunya produk masyarakat dengan pasar. Jadi bukan hanya ramai acaranya, tetapi ada manfaat ekonomi yang dirasakan pelaku usaha,” ujar Menko Muhaimin.

Ia menekankan, bazar tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut harus menjadi bagian dari proses pemberdayaan yang terhubung dengan pelatihan, pendampingan, produksi, hingga pemasaran.

“Bazar itu muara dari pemberdayaan. Setelah masyarakat dilatih dan didampingi, kita harus memastikan produknya punya pasar. Di situlah pemberdayaan menghasilkan kemandirian ekonomi,” katanya.

Jaringan RRI yang menjangkau berbagai daerah, lanjut Muhaimin, menjadi modal penting untuk memperluas model kolaborasi tersebut. Program pemberdayaan dapat dihadirkan lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya terpusat di kota-kota besar.

“RRI sudah punya panggung di banyak kota. Tugas pemerintah adalah mengisi panggung itu dengan program yang menyentuh langsung ekonomi warga. Pemberdayaan harus hadir di tempat masyarakat berada, bukan hanya di kota-kota besar,” tegasnya.

Rangkaian RRI Fest di Bogor diawali dengan senam sehat bersama dan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Menko PM turut mengunjungi sentra produksi sepatu di Ciomas, meninjau bazar UMKM dan pelaksanaan CKG, serta menghadiri Dialog Bersama Menko PM bertema ‘Sinergi Pemerintah dan Media untuk Kemandirian Ekonomi Lokal’.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison mengatakan, proses kurasi menjadi salah satu kunci dalam pelaksanaan program 1001 Pasar Rakyat.

Menurutnya, pelaku usaha yang mengikuti program tidak hanya dipilih, tetapi juga mendapatkan pendampingan agar lebih siap memperluas pasar.

“Panggungnya sudah disiapkan RRI. Yang kami bawa adalah isinya: pelaku usaha yang sudah dikurasi dan didampingi. Jadi kita tidak sekadar membuat bazar, tetapi menjahit ekosistem agar pelaku usaha punya akses pasar,” ujarnya.

Leontinus menambahkan, perluasan akses pasar harus dilakukan secara berkelanjutan agar pelaku usaha dapat berkembang dan naik kelas.

Atas dasar itu, Kemenko PM juga menghadirkan workshop optimalisasi media sosial yang diikuti 100 peserta. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian UMKM, pelatih bersertifikat platform digital, serta pelaku usaha lokal.

“Pemberdayaan bukan sekadar memberikan bantuan. Pelaku usaha membutuhkan akses untuk berkembang. Tugas pemerintah adalah memastikan akses itu tersedia, terus dibuka, dan bisa dijangkau masyarakat di daerah,” katanya.

Direktur Utama LPP RRI I Hendrasmo mengatakan, RRI Fest merupakan bagian dari upaya RRI menyediakan ruang pertemuan bagi masyarakat di berbagai daerah.

Menurutnya, kolaborasi dengan Kemenko PM semakin memperkuat fungsi tersebut, terutama melalui pemberian ruang promosi bagi produk UMKM sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

Kabupaten Bogor dipilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program karena memiliki sentra industri alas kaki di Ciomas yang selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Melalui kolaborasi pemerintah dan media tersebut, Kemenko PM mendorong agar pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada pelatihan maupun bantuan. Program diharapkan berlanjut hingga pelaku usaha mampu mengembangkan bisnis, memperluas pasar, meningkatkan pendapatan, dan membangun kemandirian ekonomi.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya