Berita

Sidang kasus dugaan suap dan gratifikasi pada Direktorat Jenderal Bea Cukai di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat 18 September 2026. (Foto: Istimewa)

Hukum

Bantah Minta Rp500 Juta, Ahmad Dedi: Saya Tidak Kenal Bayu

SABTU, 19 SEPTEMBER 2026 | 15:47 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Ahmad Dedi, membantah tegas pernah meminta uang Rp500 juta kepada Budiman Bayu Prasojo dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Bea Cukai.

Hal itu disampaikan Ahmad Dedi saat menjadi saksi kasus dugaan suap dan gratifikasi pada Direktorat Jenderal Bea Cukai di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat 18 September 2026. 

"Saya tidak pernah meminta dana kepada Bayu untuk keperluan apa pun," ujar Dedi dalam persidangan.


Dedi beralasan dirinya tidak memiliki hubungan atasan dan bawahan dengan Bayu. Ia juga mengaku tidak mengenal Bayu secara dekat dan hanya mengetahui orang tersebut.

“Saya tidak kenal sama Bayu. Saya tidak pernah jadi atasan Bayu. Saya juga bukan pejabat yang punya wewenang atau otoritas pada saat komunikasi. Apakah mungkin saya meminta dana operasi sama dia?” kata Dedi.

Soal goodie bag yang diduga berisi uang, Dedi menegaskan bahwa barang tersebut bukan ditujukan untuk kepentingan pribadinya. 

“Kalaupun misalnya ini duit, Pak, saya pastikan ini bukan buat saya,” kata Dedi.

Dedi menerangkan bahwa dirinya beberapa kali diminta membantu meneruskan titipan kepada sebuah organisasi. 

“Saya beberapa kali diminta tolongin sama unit intelijen bahwa unit intelijen mau men-support satu organisasi. Jadi mereka menitipkan ke saya untuk disampaikan ke organisasi,” ujarnya.

 Namun, Dedi menegaskan bahwa apabila bungkusan itu memang berisi uang, dana tersebut bukan untuk dirinya.

"Kalau bungkusan itu berisi uang, uang tersebut bukan untuk saya," tegasnya.

Menurut Dedi, ketika itu dirinya hanya diminta membantu menyampaikan dana bantuan dari unit intelijen Bea Cukai kepada sebuah organisasi. Dana tersebut, kata dia, kemudian diserahkan seluruhnya melalui staf administrasi.

"Saya tidak pernah meminta dana itu. Kalau ada pihak yang memberikan keterangan berbeda, saya siap dikonfrontasi," tegas Dedi.

Dalam perkara ini, Ahmad Dedi hadir sebagai saksi untuk terdakwa Orlando Hamonangan, mantan Kepala Seksi Intelijen Ditjen Bea Cukai.

Perkara tersebut berkaitan dengan dugaan suap dan gratifikasi dalam pengurusan jalur importasi barang.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya