Berita

Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, dan Pasifik Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Saribua Siahaan (Kiri) (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Gandeng Pengusaha Lokal, BKPM Minta Investor Tak Bawa Logistik dari Luar Daerah

SABTU, 19 SEPTEMBER 2026 | 14:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Investasi di daerah tidak otomatis membuat ekonomi setempat bergerak apabila kebutuhan operasional perusahaan justru dipasok dari luar wilayah. Karena itu, pemerintah mendorong investor melibatkan pengusaha lokal sejak aktivitas bisnis mulai berjalan.

Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru dan Pasifik Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Saribua Siahaan mengatakan, investor perlu melihat keberadaan pelaku usaha di sekitar lokasi investasi sebagai bagian dari rantai bisnis.

Ia mencontohkan perusahaan yang memiliki ratusan hingga ribuan pekerja. Kebutuhan seperti katering maupun seragam karyawan semestinya dapat diserahkan kepada pelaku usaha di daerah tempat investasi berada.


"Contoh misalnya, kalau kita mau investasi di daerah dan perusahaannya katakanlah memiliki 500 atau 1.000 karyawan. Janganlah lagi kateringnya dibawa dari Jakarta. Pakailah pengusaha lokal supaya ekonomi mereka hidup," kata Saribua di Jakarta baru-baru ini, dikutip Sabtu 19 September 2026.

Hal serupa, menurut dia, berlaku untuk kebutuhan seragam karyawan. Perusahaan tidak harus mendatangkan jasa konveksi dari luar daerah jika terdapat pelaku usaha lokal yang dapat diberdayakan.

"Kalau perusahaan itu punya seragam atau sejenisnya, jangan bawa konveksinya dari Jawa. Berdayakanlah konveksi-konveksi lokal di mana industri itu berada," ujarnya.

Pola tersebut dinilai dapat menciptakan efek ekonomi yang lebih luas. Ketika kebutuhan perusahaan dipenuhi pengusaha lokal, aktivitas investasi tidak hanya menghasilkan lapangan kerja langsung, tetapi juga menggerakkan usaha-usaha di sekitarnya.

"Kalau itu Anda lakukan, bisnis Anda akan berkembang karena tidak akan diganggu, sebab sumber penghidupan mereka ada dari sana," kata Saribua.

Ia juga mendorong perusahaan memperhatikan kebutuhan masyarakat sekitar secara lebih luas, termasuk apabila memiliki fasilitas penunjang seperti asrama pekerja.

Menurut Saribua, pendekatan tersebut sejalan dengan pesan pemerintah kepada investor asing untuk membangun kolaborasi dengan perusahaan dan masyarakat lokal.

"Kalau Anda memilih Indonesia, Anda akan ketagihan. Kenapa? Karena Anda akan melihat potensi-potensi lain di luar bisnis utama Anda," ujarnya.

Saribua menekankan, pemerintah memahami bahwa investor membutuhkan kepastian, efisiensi, dan profitabilitas. Namun, keberlanjutan investasi juga berkaitan dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi usaha.

Karena itu, perusahaan didorong tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnisnya sendiri, tetapi turut meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

"Kalau kesejahteraan masyarakat di sekitar pabrik kita angkat, berarti bisnisnya akan berkembang terus dan perusahaan tersebut pasti akan dilindungi," kata Saribua.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya