Berita

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Pengalihan Utang dan Saham Whoosh Tak Pakai APBN, Begini Penjelasannya

SABTU, 19 SEPTEMBER 2026 | 00:35 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kementerian Keuangan memastikan rencana pengalihan saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) pada PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh kepada pemerintah tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara langsung.

"Sesuai dengan harapan, tidak dilibatkan APBN secara langsung dalam pemenuhan kewajiban PT PSBI," kata Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Evita Manthovani dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 18 September 2026.

Ia mengatakan proses pengalihan saham dan utang tersebut masih dalam tahap finalisasi, termasuk pemutakhiran berbagai aspek dan pemeriksaan melalui uji tuntas atau due diligence.


“Pengalihan saham PT PSBI ke pemerintah masih dalam proses finalisasi. Skema telah ditetapkan dan dibahas secara detail. Sesuai kesepakatan, tidak libatkan APBN,” sambungnya.

Evita menjelaskan, Kemenkeu tengah melakukan uji tuntas yang mencakup aspek fiskal, bisnis, finansial, hukum, hingga penentuan harga saham.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan pengalihan saham berjalan secara terencana dan tepat.

“Agar pengalihan terencana dan tepat, diperlukan pemutakhiran aspek fiskal, bisnis, finansial dan hukum. Kementerian Keuangan sedang jalankan due diligence dan harga saham. Penyusunan Perpres sedang dilakukan juga. Koordinasi dengan BP BUMN dan Danantara terus bergulir,” jelas Evita.

Ia menambahkan, koordinasi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan BP BUMN juga terus dilakukan seiring penyelesaian proses pengalihan tersebut.

Sebelumnya, Danantara bersama Kemenkeu telah membahas rencana pengalihan saham konsorsium BUMN di KCIC kepada pemerintah.

Dalam skema yang dibahas, saham BUMN di perusahaan pengelola kereta cepat Jakarta-Bandung itu akan dialihkan melalui special mission vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan.

Eks Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya juga telah mengungkapkan bahwa proses restrukturisasi utang KCIC disepakati mencapai 80 tahun. 

Nantinya, cicilan akan dibayar sekitar Rp1 triliun per tahun menggunakan keuntungan dari salah satu SMV.

“Total utang besar, tapi di stretch 80 tahun sudah direstrukturisasi. Cicilannya Rp1 triliun atau sedikit di bawah dari tahun ke tahun. Ada yang tinggi ada yang rendah, tapi kalau kita lihat oh masih bisa lah,” ujar Purbaya di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.

Purbaya juga sempat mengatakan bahwa serah terima pengelolaan dan utang Whoosh dari Danantara ke Kementerian Keuangan rencananya dilakukan pada Selasa 15 September 2026. Namun, tanggal itu melesat dari yang telah dijadwalkan seiring adanya pencopotan Purbaya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Kuota Batu Bara Turun, Laba Bisnis Tambang Astra Tergerus 28 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17

Laba Otomotif Astra Naik 8 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13

Maroko Kembangkan Pelabuhan Raksasa Berkapasitas 20 Juta Kontainer

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:11

Lewat Program Pelita, AHY Ajak Warga Manfaatkan Energi Surya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10

Normalisasi Sungai di Jakarta Dikebut Jelang Musim Hujan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02

Laba Astra Tergerus 12 Persen, Ini Penyebabnya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:58

Raja Juli Batal Bahas Karhutla di DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:43

Film Laut Bercerita Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20

BGN Perluas MBG Prasmanan, Sasar 5.000-10.000 Dapur hingga Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19

Selengkapnya