Berita

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf bersama Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Prof. Muhammad Nuh, dalam Rapat Dinas yang dilakukan secara daring di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Kamis, 17 September 2026. (Foto: Humas Kemensos)

Nusantara

Gus Ipul: Kepala Sekolah Rakyat Jangan Ada yang Lakukan Penyimpangan!

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026 | 23:43 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan peringatan kepada seluruh Kepala Sekolah Rakyat untuk tidak melakukan perilaku menyimpang dan senantiasa menjaga integritas.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Dinas yang dilakukan secara daring di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Kamis, 17 September 2026.

“Jadi para kepala sekolah, sekali lagi saya titipkan ya, apa yang disampaikan Prof. Nuh tadi. Karena kepala sekolah betul-betul harus memiliki pemahaman yang sama terhadap siapa sesungguhnya siswa kita," ujar Gus Ipul akrab disapa dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat, 18 September 2026.


"Setelah itu perlakuannya, karena kompas moral kepala sekolah itu jangan ada yang melakukan penyimpangan,” sambungnya.

Gus Ipul mengingatkan, segala bentuk perilaku menyimpang, cepat atau lambat akan terungkap. Oleh karena itu, Gus Ipul meminta kepada Kepala Sekolah Rakyat, jika mengalami masalah, lebih baik langsung dikonsultasikan.

“Maka itu sekali lagi lebih baik para kepala sekolah, jika ada masalah-masalah, masalah-masalah ini lebih baik segera menyampaikan secara langsung kepada kita, kepada kami, supaya kita bisa carikan solusi secara bersama-sama,” tegasnya.

Menurutnya, selama satu tahun penyelenggaraan Sekolah Rakyat, dinamika dan tantangannya semakin besar, untuk itu perlu terus diperbaiki dan diperkuat di berbagai sisi. Salah satu titik yang paling krusial menyangkut operasional sekolah rakyat pada sisi penguatan moral sumber daya manusia.

“Kemarin saya diberi pandangan oleh Prof. Nuh, ada tiga hal yang paling penting. Yang pertama, dukungan sarana-prasarana, kemudian yang kedua, perkuat tata kelola, dan yang ketiga ini secara umum menyangkut operasional, yang salah satu titik yang paling krusialnya adalah tentu dari sisi penguatan moral,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Prof. Muhammad Nuh menegaskan, yang paling mendasar yang harus dipahami oleh SDM Sekolah Rakyat adalah siapa sejatinya yang mendapatkan layanan di Sekolah Rakyat ini.

“Karena kalau kita belum memahami sejati-jatinya sekolah rakyat, treatment yang kita lakukan tentu tidak akan bisa maksimal. Disitu saya quote ada dua tulisan yang menarik tahun 2025 dan tahun 2026. Jadi pemahaman yang tepat terhadap esensi masalah, itu akan sangat menentukan kualitas dan dampak hasil yang akan dicapai,” kata Prof. Nuh.

Prof. Nuh menilai bahwa permasalahan-permasalahan yang dialami oleh siswa-siswi di Sekolah Rakyat tidak cukup hanya ditangani dengan solusi pemenuhan akses pendidikan saja, namun juga ada persoalan psikososial yang perlu diperhatikan.

“Tetapi, karena di situ bukan hanya itu yang dibutuhkan, ada persoalan psikososial di situ, maka inilah yang menjadi uniqueness dari SR itu,” imbuhnya.

Menutup arahannya, Prof. Nuh berharap memasuki tahun kedua ini, keberhasilan program sekolah rakyat bisa diukur tidak hanya secara general namun juga terukur secara Social Return on Investment (SROI).

“Sehingga dari sisi investasi, kita bisa sampaikan ke publik dan bisa meyakinkan ke Pak Presiden, bahwa policy ini, itu tidak hanya benar dari perspektif akademik semata, dari pendidikan semata, karena sudah bisa memberikan akses ke semua anak, khususnya anak-anak miskin untuk bisa mendapatkan pendidikan yang bagus, tetapi juga ada social return-nya,” pungkasnya.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya