Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Youtube PAN)

Politik

Prabowo Beri Perintah Usut 95 Korporasi yang Terindikasi Langgar Karhutla

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026 | 23:33 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dinilai diperparah oleh ulah pihak tertentu. 

Hal itu disampaikan saat menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat malam, 18 September 2026. 

Prabowo mengatakan dirinya mendapat laporan dari Kapolri mengenai 95 korporasi yang terindikasi melakukan pelanggaran dan ikut bertanggung jawab atas kebakaran hutan. 


“Kapolri melaporkan kepada saya ada 95 korporasi yang indikasinya mereka melanggar mereka ikut bertanggung jawab atas kebakaran-kebakaran itu,” ujarnya.

Atas laporan tersebut, Prabowo mengaku telah memberikan arahan agar pengusutan dilakukan secara serius dan tidak ragu-ragu.

Dia juga menyatakan siap mengambil langkah tegas apabila bukti pelanggaran terhadap korporasi tersebut telah kuat.

“Saya sudah kasih petunjuk Kapolri usut terus jangan ragu-ragu. Begitu bukti sudah kuat, lapor ke saya. Saya akan mencabut semua izin-izin mereka itu,” tegasnya.

Prabowo menegaskan sikapnya tetap berlandaskan amanat UUD 1945, terutama Pasal 33 terkait penguasaan negara atas sumber daya alam. 

Dia kemudian menyentil pihak yang disebutnya melanggar dan berupaya mengelabui pemerintah melalui laporan palsu.

“Saya tidak ragu2 karena saya setia kepada UUD 1945 pasal 33, bumi dan air dan semua kekayaan alam dikuasai negara. Apalagi yang melanggar. Sekian puluh tahun laporan palsu. Dia kira dia bisa lebih hebat dari pemerintah NKRI, ayo! Ayo adu kekuatan!” ujar Prabowo.

Selain persoalan karhutla, Prabowo juga menyinggung adanya pihak yang menurutnya berupaya menciptakan kegaduhan. 

Menurutnya upaya tersebut dapat berdampak pada citra Indonesia dan membuat orang takut berinvestasi di dalam negeri. 

“Saya yakin rakyat dibelakang saya. Mereka ingin selalu pengen bikin huru hara tinggal itu bayar anak-anak kita yang gak ngerti apa-apa supaya bikin gaduh, di foto, di film, disebarkan ke seluruh dunia, supaya orang-orang takut untuk investasi di Indonesia tinggal itu saja,” pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya