Rakerwil DPW PPP Aceh. (Foto: Istimewa)
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW PPP Aceh yang digelar di Kota Banda Aceh, Jumat 19 September 2026.
Dua pengurus DPP PPP yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Bendahara Umum DPP PPP Imam Fauzan Amir Uskara bersama Hilman Ismail Metareum.
Ketua DPW PPP Aceh, Amiruddin Idris, mengatakan kehadiran jajaran DPP memberikan penguatan bagi pengurus di daerah untuk menyusun langkah organisasi secara lebih terarah.
Menurut Amiruddin, Rakerwil tidak hanya menjadi forum evaluasi dan penyusunan program kerja, tetapi juga menjadi ruang untuk membaca perkembangan politik di Aceh serta mempersiapkan kader menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Kami melakukan pengkajian peluang politik, pemberian nasihat, serta pelatihan politik bagi para kader. Semua ini bagian dari persiapan menghadapi kontestasi pemilu mendatang,” ujar Amiruddin.
Dalam Rakerwil tersebut, PPP Aceh juga mulai membahas pemetaan politik di berbagai daerah. Pemetaan akan dilakukan secara menyeluruh untuk melihat kondisi, potensi, serta peluang politik yang dapat menjadi bahan penyusunan strategi partai.
Salah satu agenda yang dipersiapkan adalah proses penjaringan bakal calon anggota legislatif. Amiruddin menyebut penjaringan akan dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga tingkat pusat.
Langkah tersebut disiapkan sebagai bagian dari persiapan PPP menghadapi Pemilu 2029. Namun, proses persiapan tetap akan menyesuaikan dengan regulasi resmi mengenai pelaksanaan pemilu.
“Penjaringan bakal calon anggota DPR akan dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten dan kota, provinsi, hingga pusat,” katanya.
Konsolidasi PPP Aceh tidak berhenti pada Rakerwil. Pada Sabtu malam, 19 September 2026, Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono dijadwalkan hadir untuk melantik pengurus DPW PPP Aceh dan DPC PPP seluruh kabupaten/kota se-Aceh periode 2026–2031.
Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi PPP di Aceh setelah terbentuknya kepengurusan baru.
Kehadiran jajaran DPP sekaligus menunjukkan keterlibatan struktur pusat dalam penguatan organisasi partai di daerah.
Dalam kepengurusan baru tersebut, PPP Aceh memperkenalkan semangat perjuangan melalui tagline “Hana So Keunek Publa.”
Tagline tersebut dimaknai sebagai semangat untuk terus melangkah dan tidak berhenti ketika perjuangan telah dimulai.