Berita

Ilustrasi

Bisnis

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026 | 18:06 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Jumat, 18 September 2026.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG berakhir di level 6.441, turun 21 poin atau 0,33 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Tekanan terjadi pada mayoritas saham. Sebanyak 442 saham melemah, sementara 204 saham menguat dan 144 saham lainnya stagnan.


Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan volume mencapai 32 miliar saham dan nilai transaksi Rp19 triliun. Frekuensi transaksi mencapai 1,9 juta kali, dengan kapitalisasi pasar turun menjadi Rp11.290 triliun.

Tekanan juga terjadi di pasar valuta asing. Mengutip data Bloomberg, Rupiah ditutup di level Rp17.758 per Dolar AS, melemah 5 poin atau 0,03 persen dari perdagangan sebelumnya.

Pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan, tekanan terhadap pasar terjadi setelah pemerintah mengumumkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp240,1 triliun hingga Agustus 2026.

"Adapun, defisit ini dicapai dengan catatan pendapatan negara lebih rendah dari belanja yakni Rp 2.055,6 triliun atau mencapai 65,2 persen dari target dalam APBN 2026. Sementara itu, belanja mencapai Rp 2.295,7 triliun," kata Ibrahim.

Secara keseluruhan tahun, pemerintah memperkirakan defisit APBN hingga akhir tahun 2026 akan berada di sekitar 2,85 persen dari PDB (atau setara Rp734,3 triliun), sedikit di atas target awal APBN yang sebesar 2,68 persen PDB.

Selain itu, kenaikan harga minyak mentah dunia akibat memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur dan fenomena El Nino pada tahun 2026 disebut kembali menjadi perhatian pasar. 

"Kondisi panas dan kering yang berlangsung di sejumlah wilayah indonesia meningkatkan risiko terhadap sektor pertanian, ketersediaan air hingga kebakaran hutan dan lahan," jelasnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga terus mengingatkan mengenai kondisi kemarau dan potensi kekeringan di berbagai wilayah sampai akhir tahun 2026.

Ibrahim memprediksi mata uang Rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp17.750 hingga Rp17.800 per Dolar AS pada perdagangan Senin 21 September 2026.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya