Berita

Rumah Dirjen PPTR Kementerian ATR/BPN, Lampri. (Foto: Dok. Tim Penyidik KPK)

Hukum

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026 | 18:02 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat mengusut kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Setelah menggeledah kantor PT Summarecon Agung Tbk di Jakarta Timur, tim penyidik melanjutkan penggeledahan di kediaman anak buah Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Jumat petang, 18 September 2026.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengungkapkan, kediaman yang disambangi penyidik merupakan rumah milik tersangka Lampri (LMP) selaku Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian ATR/BPN.


"Petang ini, tim penyidik beranjak melanjutkan penggeledahan di rumah tersangka LMP, yang berlokasi di daerah Bekasi," ujar Budi, Jumat, 18 September 2026.

Rumah Lampri yang digeledah tersebut berlokasi di Perumahan Jatiwaringin Asri, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Sebelumnya pada siang hari, penyidik KPK menyatroni kantor PT Summarecon Agung Tbk di Jakarta Timur. Dari lokasi tersebut, KPK menyita sejumlah barang bukti dokumen Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), dokumen keuangan anak usaha PT Kencana Jayaproperti Agung (KCJA), serta barang bukti elektronik terkait pemblokiran sengketa tanah di wilayah Bogor.

Rangkaian penggeledahan ini merupakan buntut dari operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin, 14 September 2026. Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan 19 orang beserta barang bukti uang tunai dan valuta asing senilai Rp106,3 miliar. Uang puluhan miliar di antaranya ditemukan dalam beberapa koper merah di kediaman tersangka Arif Sugiyanto, yang dikenal sebagai orang kepercayaan Nusron Wahid.

KPK sejauh ini telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dan menahan mereka di Rutan KPK Gedung Merah Putih sejak 15 September 2026.

Para tersangka terdiri dari Dirjen PPTR Lampri, Kepala Kantah Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, Dirut PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adi, serta sejumlah pihak swasta dan perantara yaitu Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz, Rizal Pahlevi, Erwin, dan Muhammad Fakhry.

Kasus ini menyangkut dugaan suap pembukaan blokir dan pemecahan HGB tanah yang dikelola Summarecon di Kabupaten Bogor, serta dugaan gratifikasi terkait mutasi-promosi jabatan dan pelayanan pertanahan di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Kuota Batu Bara Turun, Laba Bisnis Tambang Astra Tergerus 28 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17

Laba Otomotif Astra Naik 8 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13

Maroko Kembangkan Pelabuhan Raksasa Berkapasitas 20 Juta Kontainer

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:11

Lewat Program Pelita, AHY Ajak Warga Manfaatkan Energi Surya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10

Normalisasi Sungai di Jakarta Dikebut Jelang Musim Hujan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02

Laba Astra Tergerus 12 Persen, Ini Penyebabnya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:58

Raja Juli Batal Bahas Karhutla di DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:43

Film Laut Bercerita Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20

BGN Perluas MBG Prasmanan, Sasar 5.000-10.000 Dapur hingga Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19

Selengkapnya