Berita

Ilustrasi Platform Berisiko Tinggi bagi Anak Menurut Komdigi (Sumber: Gemini Generated Image)

Tekno

22 Platform Berisiko Tinggi bagi Anak Menurut Komdigi, Ada YouTube hingga Telegram

JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026 | 17:10 WIB | OLEH: TIFANI

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menetapkan 22 Produk, Layanan, dan Fitur (PLF) yang dinilai memiliki profil risiko tinggi bagi anak. Penetapan tersebut merupakan bagian dari evaluasi enam bulan penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS.

Dari 22 PLF tersebut, 14 telah ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, sedangkan delapan lainnya telah selesai menjalani proses verifikasi dan tinggal menunggu penetapan. PLF merupakan produk, layanan, atau fitur yang disediakan oleh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dan digunakan masyarakat di ruang digital.

Daftar 22 Platform yang Berisiko Bagi Anak Menurut Komdigi


Berikut daftar platform berisiko tinggi bagi anak berdasarkan penilaian Komdigi:

1. Telegram
2. Pinterest
3. Lazada
4. Situs Web Lazada
5. Blibli
6. BMoney
7. Vidio
8. Hago App
9. SnackVideo
10. X
11. Sola Mahjong
12. Goddess of Victory: NIKKE
13. Age of Empires Mobile
14. Valorant
15.Teamfight Tactics Mobile
16. Apple Podcasts
17. WeTV
18. MAXStream TV
19. Discord
20. YouTube
21. Ludo World-Ludo Superstar
22. Crossfire: Legends.

Platform Risiko Rendah Bagi Anak

Platform dengan risiko rendah atau aman bagi anak dengan pendampingan orang tua adalah:

1. Apple Arcade
2. Lapak Gaming
3. Itemku
4. App Store
5. Apple Books
6. Situs web Lazada Service
7. Situs web OPPO
8. Game Center & Games
9. Google Shopping
10. Livin' Next-G
11. Eidupay
12. DANA
13. UniPin
14. Livin' by Mandiri
15. Netflix Kids Profile
16. FaceTime.
17. iMessage
18. Google Messages.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya