Berita

Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) Dirgayuza Setiawan (tengah) Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo di Ruang Kerja Wakapolri, Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 16 September 2026. (Foto: Humas Polri)

Presisi

SMA KTB Milik Polri Siapkan Kurikulum IB, Siswa WNA Menanti

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026 | 02:29 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dengan penerapan kurikulum International Baccalaureate (IB) serta dukungan fasilitas pendidikan yang lengkap, SMA Kemala Taruna Bhayangkara berpeluang menerima siswa-siswi WNA pada SPMB tahun ajaran 2027/2028.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) Dirgayuza Setiawan, B.A., M.Sc., dalam audiensi dengan Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., di Ruang Kerja Wakapolri, Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.

“SMA KTB adalah SMA dengan kurikulum internasional IB, dengan fasilitas yang setara bahkan memiliki keunggulan dibandingkan sekolah-sekolah internasional di Indonesia,” ucap Dirgayuza.


Menurut dia, penerapan kurikulum IB di SMA KTB juga membuka peluang bagi SMA KTB untuk menerima siswa-siswi warga negara asing (WNA) pada berbagai jenjang.

“Dengan kurikulum IB, SMA KTB memiliki peluang untuk menerima siswa-siswi WNA, baik yang masuk kelas 10, 11 maupun 12. Keberadaan siswa internasional akan memperkuat SMA KTB sebagai sekolah unggulan dan memberikan pengalaman pendidikan lintas budaya bagi para siswa WNI yang bersekolah di SMA KTB,” jelasnya.

Karena itu, kata Dirgayuza dalam diskusinya dengan Wakapolri, diwacanakan pembukaan jalur khusus bagi siswa WNA, khususnya putra-putri diplomat kepolisian atau atase kepolisian yang sedang bertugas di Indonesia.

“Karena itu, diwacanakan tahun ini dibuka jalur khusus bagi WNA, khususnya putra-putri diplomat kepolisian atau atase kepolisian yang sedang bertugas di Indonesia. Ini bisa menjadi langkah awal bagi SMA KTB untuk membangun ekosistem pendidikan yang semakin internasional,” ungkap dia.

Rencana WNA Disiapkan Bertahap

Rencana penerimaan siswa WNA masih berada dalam tahap persiapan. Sebelum direalisasikan, diperlukan penyesuaian AD/ART, keputusan yayasan, pemenuhan ketentuan regulasi dan administrasi, mekanisme seleksi, serta kesiapan operasional sekolah.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, langkah internasionalisasi SMA KTB akan dilakukan secara bertahap dengan tetap memastikan kesiapan kelembagaan dan pendidikan.

“Ada peluang membuka penerimaan bagi siswa mancanegara pada Angkatan III. Untuk itu, regulasi, mekanisme seleksi, dan kesiapan operasional segera diupayakan sesuai keputusan bersama. Internasionalisasi KTB harus dibangun dengan fondasi kelembagaan yang kuat,” ujar Isir.

Menurutnya, internasionalisasi tidak hanya menghadirkan siswa dari negara lain, tetapi juga memperluas pengalaman belajar dan wawasan global siswa Indonesia.

"Menerima siswa siswi WNA bukan berarti meninggalkan jati diri. Karakter, nilai kebangsaan, Pancasila, dan semangat pengabdian kepada Indonesia tetap harus menjadi fondasi pendidikan di SMA KTB,” katanya.

296 Siswa Telah Mengikuti Pendidikan

SMA KTB merupakan sekolah berasrama yang dirintis atas inisiatif Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo sebagai bagian dari kontribusi Polri dalam pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Saat ini, sebanyak 296 siswa dari Angkatan I dan II telah mengikuti pendidikan berasrama di SMA KTB.

Proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pengembangan karakter, kepemimpinan, berpikir kritis, sains, teknologi, Artificial Intelligence (AI), coding, literasi digital, kemampuan bahasa asing, dan wawasan global.

SMA KTB telah memperoleh sertifikat International Baccalaureate Diploma Programme (IBDP) pada 11 Juni 2026. Kurikulum IB dipadukan dengan Kurikulum Nasional untuk menghadirkan standar pendidikan internasional sekaligus memperkuat karakter dan nilai kebangsaan.

Fasilitas Mendukung Ekosistem Pendidikan

SMA KTB dikembangkan sebagai sekolah berasrama dengan ekosistem pembelajaran abad ke-21. Kampus memiliki 24 ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, gedung teater, gymnasium, kolam renang, lapangan sepak bola, dining hall, asrama putra dan putri, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung pembelajaran akademik sekaligus pengembangan karakter, kepemimpinan, olahraga, seni, dan berbagai potensi peserta didik.

Perkuat Blueprint dan Grand Strategy

Pengembangan SMA KTB juga diiringi penguatan kelembagaan melalui Lembaga Perguruan Kemala Taruna Bhayangkara (LP-KTB). Pengurus hariannya telah dikukuhkan pada 21 Juli 2026.

Wakapolri mendorong penyusunan Blueprint, Handbook, dan Grand Strategy SMA KTB sebagai pedoman pengembangan sekolah dalam jangka panjang, mulai dari tata kelola, kurikulum, SDM, sarana-prasarana, pembinaan siswa, hingga strategi internasionalisasi.

Pengelolaan operasional SMA KTB ditargetkan secara bertahap berjalan melalui LP-KTB mulai 2027.

Menuju Angkatan III

Sementara itu, persiapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Angkatan III terus dilakukan dan direncanakan dibuka pada 28 September 2026.

Angkatan III menjadi salah satu momentum pengembangan SMA KTB, termasuk peluang penerimaan siswa WNA. Jika rencana tersebut direalisasikan, ketentuan seleksi, persyaratan, kuota, pembiayaan, dan mekanismenya akan ditetapkan sesuai regulasi serta keputusan kelembagaan yang berlaku.

Pengembangan jejaring dengan sekolah unggulan, perguruan tinggi, lembaga pendidikan internasional, serta perwakilan diplomatik juga akan terus dilakukan untuk memperkuat ekosistem pendidikan SMA KTB.

Dengan langkah tersebut, SMA KTB diarahkan menjadi sekolah dengan standar pendidikan global yang mampu mempertemukan kompetensi internasional dengan karakter dan nilai kebangsaan.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya