Menkeu Suahasil Nazara. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) berharap pergantian Menteri Keuangan menjadi momentum untuk memperkuat efektivitas kebijakan fiskal agar mampu mendorong investasi dan menciptakan lapangan kerja baru.
Ketua Umum BPP HIPMI Ade Jona Prasetyo menilai, tantangan Menteri Keuangan Suahasil Nazara tidak hanya menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi juga memastikan belanja negara memberi dampak nyata terhadap sektor riil.
“Dunia usaha membutuhkan dua hal berjalan bersamaan: fiskal yang kredibel dan ekonomi yang terus bergerak," kata Jona dalam keterangannya, Rabu, 16 September 2026.
Menurutnya, APBN yang sehat penting untuk menjaga kepercayaan, tetapi dampaknya juga harus semakin terasa dalam bentuk investasi baru, proyek yang berjalan, usaha yang berkembang, dan lapangan kerja yang tercipta.
Untuk diketahui pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan (yoy). Pada periode yang sama, investasi tumbuh 6,87 persen, sementara konsumsi pemerintah meningkat 15,97 persen.
Menurut Jona, capaian tersebut menunjukkan pemerintah memiliki ruang untuk menjaga momentum pertumbuhan melalui peningkatan kualitas belanja negara.
“Setiap rupiah belanja pemerintah harus menghasilkan efek berganda yang semakin besar kepada ekonomi. Pengusaha nasional, UMKM, industri dalam negeri dan tenaga kerja lokal harus semakin banyak menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang diciptakan APBN,” kata Jona.
HIPMI juga menekankan pentingnya kesinambungan kebijakan fiskal di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ia menekankan, koordinasi antara kebijakan fiskal, moneter, investasi, dan sektor riil perlu terus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditopang oleh belanja pemerintah.
“Kita ingin APBN menjadi katalis, bukan satu-satunya mesin. Keberhasilannya justru ketika belanja negara mampu menarik lebih banyak investasi swasta, menggerakkan pengusaha daerah dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” kata Jona.
HIPMI pun menyatakan siap menjadi mitra pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja.
“HIPMI siap menjadi mitra pemerintah. Target akhirnya harus sama: menjaga kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia sekaligus membuat dunia usaha semakin berani berekspansi, berinvestasi, dan membuka lapangan kerja,” pungkas Jona.