Berita

Global Head of CapCut, Xiaoqi Fu, merayakan pertumbuhan komunitas CapCut bersama para kreator dari berbagai negara di Asia pada gelaran perdana CapCut World di Singapura (Foto: Istimewa)

Bisnis

CapCut Kumpulkan 300 Kreator di Singapura, Dorong Kreasi Berbasis AI

SENIN, 14 SEPTEMBER 2026 | 15:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) mendorong perubahan besar dalam cara orang menciptakan konten. 

Perubahan itu turut menjadi perhatian CapCut yang terus mengembangkan teknologi kreatif, tanpa menghilangkan kendali pengguna atas hasil karya mereka.

Hal tersebut disampaikan Global Head of CapCut, Xiaoqi Fu, dalam gelaran CapCut World Singapore yang mempertemukan lebih dari 300 kreator, pelaku industri, dan tim CapCut di Singapura.


“Sejak awal, CapCut berupaya menyederhanakan proses pembuatan video agar mudah dilakukan oleh lebih banyak orang,” ujar Xiaoqi Fu, dikutip redaksi di Jakarta, Senin 14 September 2026.

“Berangkat dari fondasi tersebut, CapCut terus menyatukan lebih banyak tahapan dalam proses kreatif, mulai dari penyuntingan dan desain hingga berbagai fitur baru, dengan tetap memastikan kendali atas setiap keputusan kreatif berada di tangan pengguna,” lanjutnya.

Sejak diluncurkan pada 2020, CapCut berkembang menjadi platform penyuntingan yang digunakan lebih dari 660 juta pengguna di lebih dari 170 pasar dan tersedia dalam 30 bahasa.

Melalui CapCut World Singapore, CapCut mempertemukan komunitas kreator untuk berbagi pengalaman, teknik, serta perkembangan teknologi dalam proses produksi konten. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian CapCut World yang digelar di Asia Tenggara, Amerika Serikat, dan Eropa.

Pertumbuhan komunitas tersebut juga terlihat dari lebih dari 6 juta kreator template yang kini tergabung dalam ekosistem CapCut. Setiap hari, komunitas ini menghasilkan lebih dari 400 ribu template baru.

CapCut juga memperkenalkan fitur Skills yang memungkinkan kreator menyimpan dan membagikan gaya, alur kerja, serta teknik di balik sebuah karya. Dengan demikian, kreator tidak hanya membagikan hasil akhir, tetapi juga proses kreatif yang digunakan untuk menghasilkan karya tersebut.

Salah satu kreator yang memanfaatkan teknologi tersebut adalah sineas Vee Camallere. Ia membuat serial berbasis AI berjudul “Featherweight” yang telah meraih lebih dari 25 juta penayangan. Vee juga menyimpan teknik color grading yang digunakannya sebagai sebuah Skill.

“Ketika cerita dalam Featherweight beralih dari satu adegan ke adegan lainnya, saya dapat menggunakan skill yang telah disimpan sebelumnya agar tampilan visualnya tetap konsisten. Kemampuan yang ditawarkan Skills ini menjadikan proses color grading terasa berbeda dengan yang lain,” tutur Vee.

Di sisi lain, CapCut terus memperluas penggunaan AI dalam ekosistemnya. Saat ini tersedia lebih dari 85 fitur AI, sementara komunitas CapCut telah menghasilkan lebih dari 6 miliar kreasi orisinal berupa gambar, klip, dan efek sepanjang 2026.

Teknologi tersebut mencakup AI Lab untuk pengembangan ide, Infinite Canvas untuk menyusun cerita, karakter dan adegan, serta Edit Pilot yang membantu proses penyuntingan berbasis AI.

CapCut juga mengintegrasikan sejumlah model AI, termasuk Dreamina Seedance untuk video, Dola Seedream untuk gambar, dan Seed Audio untuk audio. Pengembangan ini diperluas melalui Video Studio dan Design Studio yang memungkinkan pengguna melakukan penyuntingan secara lebih interaktif.

Untuk menjaga transparansi konten yang dibuat dengan teknologi AI, CapCut turut menggunakan invisible watermarks dan C2PA Content Credentials. Saat ini, lebih dari 7 juta kreator menggunakan fitur AI CapCut setiap hari.

Setelah Singapura, rangkaian CapCut World dijadwalkan berlanjut ke Los Angeles dan London pada akhir 2026.


Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya