Berita

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto (Foto: Dok. RMOL)

Politik

SDR Soroti Rencana Rekening Massal, Jangan Jadi Proyek Akal-akalan Rp11 Triliun

SENIN, 14 SEPTEMBER 2026 | 09:22 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, meminta pemerintah mengkaji secara matang urgensi rencana pembukaan rekening secara massal bagi masyarakat, terutama jika kebijakan tersebut dikaitkan dengan penyaluran bantuan sosial (bansos).

Hari menilai pemerintah perlu memastikan terlebih dahulu apakah rekening massal tersebut benar-benar diperlukan. Sebab, penyaluran bansos dinilai tetap dapat dilakukan dengan menggunakan identitas kependudukan.

"Rekening massal harus dilihat dulu kepentingannya, apakah menjadi sangat penting. Toh dengan KTP saja cukup untuk melakukan penyaluran bansos," kata Hari kepada RMOL, Senin, 14 September 2026.


Menurut Hari, pemerintah jangan sampai menjalankan program yang justru menambah beban anggaran negara tanpa memberikan manfaat yang sebanding bagi masyarakat.

Ia mengingatkan agar rencana rekening massal tidak berubah menjadi proyek yang menghabiskan anggaran hingga Rp11 triliun.

"Jangan jadi proyek akal-akalan yang memakan anggaran sampai Rp 11 T," tegasnya.

Hari berpandangan, kondisi fiskal saat ini semestinya mendorong pemerintah lebih selektif dalam menentukan program. Penghematan APBN, kata dia, harus menjadi perhatian agar anggaran benar-benar diarahkan pada program yang tepat sasaran.

"Semestinya buat program yang tepat sasaran dengan melakukan penghematan APBN saat ini," ujarnya.

Selain persoalan anggaran, Hari juga menyoroti kinerja kabinet pemerintahan saat ini. Menurutnya, jajaran kabinet perlu memahami arah kebijakan dan pemikiran Presiden Prabowo Subianto agar setiap program pemerintah berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

"Dan kabinet saat ini terlihat 'Auto Pilot' tanpa memahami arah dan pikiran dari Presiden RI," pungkas Hari.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya