Berita

Gedung PT Aneka Tambang Tbk (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Laba Antam Tumbuh 34 Persen, Fokus Perkuat Margin dan Efisiensi

SENIN, 14 SEPTEMBER 2026 | 07:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan laba bersih Rp6,9 triliun pada semester I 2026, tumbuh 34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba tersebut melampaui kenaikan pendapatan yang hanya sekitar 6 persen menjadi Rp62,7 triliun.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTM Arini Kasmira mengatakan penguatan profitabilitas tercermin dari kenaikan net profit margin (NPM) menjadi 11 persen, dari 8,7 persen pada semester I 2025.

"Secara empiris kita bisa lihat adanya penguatan fundamental profitabilitas dalam 2 tahun terakhir," kata Arini dalam Public Expose ANTAM, dikutip redaksi di Jakarta, Senin 14 September 2026. 


Ke depan, ANTM tidak hanya mengejar pertumbuhan pendapatan, tetapi juga mengoptimalkan produksi dan penjualan, khususnya komoditas emas dan nikel, sekaligus memperkuat efisiensi biaya.

"Kami juga pasti menjaga kemampuan kami mengolah cash cost. Nah ini hal yang controllable bagi manajemen," ujar Arini.

Menurutnya, pengendalian biaya mencakup inventory, logistik, shipping, operational expenditure, hingga fixed cost. Perseroan juga memperkuat modal kerja dan cash conversion agar pertumbuhan laba tetap ditopang arus kas yang sehat.

"Fokus kami, manajemen Antam, adalah menjaga kualitas pertumbuhan melalui penguatan volume, margin, efisiensi biaya, cash generation, cash flow conversion, dan juga disiplin inventory serta investasi," kata Arini.

Di sisi investasi, ANTM menyiapkan capex sekitar Rp6 triliun pada 2026 yang terutama diarahkan untuk pengembangan bisnis emas dan rantai kendaraan listrik (EV battery).

Investasi akan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan proyek, perizinan, pendanaan, kondisi pasar, serta tingkat keekonomian.

"Pada beberapa proyek, kami melakukan reassessment terhadap ekonominya," ujar Arini.

Sejumlah proyek strategis yang dikembangkan ANTM antara lain fasilitas manufaktur logam mulia di Gresik berkapasitas sekitar 30 ton emas per tahun yang ditargetkan beroperasi komersial pada 2028.

Pada bisnis EV battery, perseroan memiliki 30 persen saham proyek HPAL di Buli, Halmahera Timur, bersama konsorsium CBL. Proyek berkapasitas sekitar 55.000-60.000 ton MHP per tahun itu memiliki nilai investasi sekitar 1,9 miliar Dolar AS dan telah memasuki tahap final investment decision (FID).

ANTM juga mengembangkan proyek RKEF di Buli dengan kepemilikan 40 persen. Proyek senilai sekitar 1,4 miliar Dolar AS tersebut mencakup delapan line RKEF dan kawasan industri dengan kapasitas sekitar 88.000 ton NPI per tahun, dengan pengembangan hingga 2027.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya